Hikmat Yang Benar

Senin, 13 Februari 2023

“Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.” (Pengkhotbah 7:19)

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 7:1-22 | Bacaan setahun: Pengkhotbah 7

Hikmat yang benar memimpin kita dalam banyak keuntungan hidup. Bukan keuntungan yang berorientasi semata-mata pada materi, melainkan memperlengkapi kita untuk tahu hidup dalam jalan-jalan TUHAN di tengah dunia yang kacau dan rusak ini. Dalam bagian ini, kita dapati ada ajaran-ajaran hikmat sebagai penangkal melawan penyakit-penyakit pikiran yang cenderung kita derita, oleh karena kesia-siaan dan usaha menjaring angin yang terdapat dalam perkara-perkara dunia ini.

Beberapa hal yang kita pelajari, Pertama, hikmat mengajarkan kepada kita untuk tidak berharap bahwa orang-orang yang berurusan dengan kita bebas kesalahan dan harus sempurna. Melalui hikmat, kita diajarkan untuk berpikir bahwa selama kita hidup di dunia, kita berhubungan dan bergaul dengan orang-orang berdosa, bahkan orang-orang yang terbaik sekali pun, sehingga di bumi ini tidak ada orang yang saleh meskipun banyak berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa. Kedua, hikmat mengajar kita untuk tidak terlalu cepat menilai dan terlalu cepat menanggapi atau marah terhadap tindakan penghinaan. Jangan membuat hati kesal dengan caci maki orang atau kecurigaan-kecurigaan mereka terhadap kita. Oleh sebab itu, pastikan bahwa kita menaruh pandangan kita kepada Allah dan terus hidup benar di hadapan Allah dan hati nurani kita sendiri. Juga, jangan berfokus pada apa yang dikatakan orang lain tentang kita. Ketiga, hikmat mengingatkan kita akan kesalahan-kesalahan kita. Perhatikanlah cara hidup kita, sudahkah kita berbuat hal yang sama buruknya, kepada orang lain. Dan jika, setelah direnungkan, kita mendapati bahwa kita sudah berbuat hal yang serupa, maka kita harus mengambil kesempatan itu untuk bertobat dan memohon pengampunan Allah. Kita harus menunjukkan segala kelembutan terhadap semua orang, sebab dahulu kita sendiri juga hidup dalam kedegilan hati.

Marilah dalam kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan Allah, kita diperkenan untuk terus belajar hidup dalam kebijaksanaan dan takut akan Tuhan, sehingga kita boleh menjadi perpanjangan tangan Tuhan kepada semua orang yang di sekitar kita.

STUDI PRIBADI: Hikmat apa yang paling Anda butuhkan di fase hidup saat ini? Hikmat apa yang sudah mengubah Anda dalam melihat kesalahan-kesahalan diri dan orang lain?

Berdoalah: Bapa, terima kasih untuk hikmat-Mu yang memimpin kami dalam setiap musim hidup kami. Kami rindu hikmat-Mu memimpin mata hati kami untuk menerima dan mengampuni kesalahan orang lain dan diri kami sendiri. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *