Bergumul Dengan Allah

Kamis, 20 Januari 2022

Bacaan hari ini: Kejadian 32:22-32 | Bacaan tahunan: Kejadian 31-32



“Lalu kata orang itu: Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kejadian 32:28)

Masa pandemi merupakan masa yang sangat menyesakkan bagi kebanyakan kita. Ada banyak yang mengalami putus asa, takut, dan kuatir, yang berimbas pula pada seluruh sendi kehidupannya. Apa yang terjadi ini membuktikan bahwa selama kita hidup di dunia ini, kita tidak dapat menghindari pergumulan hidup, entah dalam taraf yang ringan atau bahkan dalam taraf yang sangat berat.

Kita telah membaca pasal-pasal sebelumnya, kita tahu bahwa Yakub melarikan diri dari Esau, kakaknya, yang mencoba membunuhnya karena perkara hak kesulungan. Meski terus berusaha lari, Yakub akhirnya tiba pada satu titik, ia dan keluarganya harus berjumpa dengan Esau. Dalam kondisi itu, semua ingatan mengenai kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap Esau pasti sangat menghantui hidupnya. Oleh sebab itu, Yakub menyusun rencana pertemuan dengan Esau. Ia mendahulukan keluarga dan segala miliknya, dengan harapan apabila terjadi sesuatu, ia memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Itulah yang memang menjadi sifat Yakub, sangat licik dan suka menipu. Namun, dalam kesendiriannya, sekali lagi Yakub berjumpa dengan Allah. Pada waktu itu, terjadi sebuah pergumulan yang sangat hebat, sampai Yakub memenangkan pergumulan itu. Melalui perjumpaan dan pergumulan dengan Allah, maka Allah memberikan nama baru baginya, yaitu Israel (laskar Allah atau orang yang bergumul dengan Allah dan bertahan sampai akhir). Bahkan Yakub tidak melepaskan Orang itu, sampai Dia memberkatinya.

Dalam pergumulan hidup yang kita hadapi, marilah kita belajar suatu hal penting dari bagian ini. Pertama, setiap persoalan haruslah dihadapi dengan pergumulan yang serius bersama dengan Tuhan, bukan melarikan diri. Kedua, dalam setiap pergumulan yang kita hadapi, hadapilah dengan penuh keseriusan dan selalulah menanti-nantikan pertolongan Tuhan atas persoalan yang sedang kita gumulkan. Kiranya melalui setiap pergumulan yang kita lalui bersama Allah, kita dapat semakin mengenal Allah dalam setiap aspek kehidupan kita.

STUDI PRIBADI: Apa tujuan kita bergumul bersama Allah? Demi kelepasan dan kelegaan?, atau pengenalan akan Allah? Jelaskan dengan sederhana tekad kita di hadapan Allah.

Pokok Doa: Mari kita berdoa bagi setiap umat Tuhan dan Gereja-Nya dalam menjalani pergumulan bersama Allah untuk menunaikan semua tugas dan kehendak-Nya. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *