Mukjizat : Petrus Menangkap 153 Ikan

Rabu, 6 Oktober 2021

Bacaan hari ini: Yohanes 21:1-14 | Bacaan setahun: Amsal 6, Yesaya 4-6



“Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.’ Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.” (Yohanes 21:16)

Seharian melaut tanpa menangkap seekor ikan merupakan sebuah kegagalan bagi seorang nelayan. Hal itu yang tengah dihadapi para murid Yesus setelah semalam-malaman berusaha menangkap ikan. Sampai mereka melihat seseorang berdiri di pantai dan bertanya apakah mereka memiliki ikan untuk dimakan. Setelah itu, orang yang tidak dikenal itu memerintahkan mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Tanpa pikir panjang, mereka menurutinya. Sebuah keajaiban terjadi, kali ini mereka mendapatkan ikan yang sangat banyak

Segera Petrus mengenali Tuhan Yesus, yang hari itu menampakan diri kepada mereka, untuk kali ketiga setelah kebangkitan-Nya. Tuhan Yesus menyiapkan sarapan pagi untuk mereka dan memberikan roti serta ikan kepada mereka. Sebuah perjumpaan yang tidak akan pernah dilupakan.

Yohanes mencatat kisah ini untuk memberitahu makna penampakan Tuhan Yesus. Hari itu mereka sedang mengalami situasi yang sulit. Mereka ketakutan terhadap orang-orang Yahudi (Yoh. 20:19). Mereka memutuskan untuk kembali menangkap ikan seperti yang biasa mereka lakukan. Tetapi kali ini mereka gagal. Situasi yang bisa membuat siapapun merasa frustasi. Tepat di saat seperti itu, Yesus hadir dan menampakkan diri kepada para murid. Apa artinya? Yohanes menegaskan, Tuhan menunjukkan kasih dan perhatian-Nya kepada mereka. Ia yang memerintahkan menebarkan jala, sehingga bisa mendapatkan banyak ikan. Ia juga menyiapkan sarapan pagi murid-Nya. Kehadiran-Nya menandai kepedulian-Nya. Mukjizat-Nya menunjukkan perhatian-Nya.

Kristus juga menyatakan kasih dan kepedulian-Nya bagi kita. Kristus tetap menyertai dan menolong ketika kita berhadapan dengan ketakutan, kegagalan dan ketidakpastian akan masa depan. Mungkin tak ada mukjizat yang Ia lakukan bagi kita, tetapi tetap Ia menyatakan kepedulian dan kasih-Nya. Melalui teks ini, Yesus mengajarkan bahwa Dialah sumber kekuatan dan harapan. Bergantunglah pada-Nya dalam setiap situasi dan keadaan adalah penting, karena Dialah yang berkuasa atas segala sesuatunya.

STUDI PRIBADI: Apakah makna penampakan Yesus kepada para murid dan mukjizat yang mereka alami hari itu di danau Tiberias? Apakah maknanya bagi kita di masa kini?

Pokok Doa: Berdoa supaya setiap orang percaya boleh tetap mengalami penyertaan dan pemeliharaan Tuhan di tengah-tengah situasi pandemi yang masih terjadi dan di masa kehidupan yang penuh ketidakpastian ini.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *