Hadir Menjadi Berkat

Minggu, 1 Agustus 2021

Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 2:19-22 | Bacaan setahun: Ayub 41-42, Ibrani 9



“Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.” (2 Raja-Raja 2:21)

Kisah ini terjadi pada awal pelayanan nabi Elisa, yang menggantikan nabi Elia, di kota Yerikho. Penduduk Yerikho mengatakan bahwa kota itu sebenarnya ada di lokasi yang baik, tetapi airnya tidak baik dan sering ada keguguran bayi di sana. Kota Yerikho seperti kena kutuk yang mengingatkan kita pada peristiwa penyerangan Yerikho pada zaman Yosua (Yosua 6:26, bandingkan dengan 1 Raja-Raja 16:34). Elisa sebagai nabi Tuhan kemudian membuat mukjizat melalui garam dalam pinggan yang dilemparkan ke mata air Yerikho yang kemudian menyehatkan air di sana. Tetapi satu hal yang ditekankan Elisa adalah mukjizat itu bukan dari dia melainkan dari Tuhan sendiri yang bekerja melalui dirinya.

Kejadian di Yerikho ini menunjukkan penegasan dari Tuhan kepada Elisa, yang telah dipilih-Nya sebagai nabi untuk menggantikan Elia, melalui mukjizat yang dilakukannya di Yerikho, yaitu mengubah kutuk menjadi berkat, air yang tidak sehat menjadi air yang sehat sehingga tidak ada lagi kematian dan keguguran bayi. Para nabi Tuhan memang sering disertai dengan tanda-tanda mukjizat dari Tuhan untuk menunjukkan otoritas mereka dalam pelayanan yang dilakukan. Tujuannya adalah agar orang- orang yang mereka layani mendengarkan dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi pesan mereka dari Tuhan.

Bagaimana kaitannya dengan hidup kita saat ini? Memang kita bukan nabi, tetapi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah umat Allah yang dipanggil untuk menyaksikan Tuhan. Kata “garam” yang Elisa pakai untuk menyehatkan air di Yerikho mengingatkan kita akan perkataan Tuhan Yesus bahwa kita adalah garam dunia (Matius 5:13). Kehadiran kita seharusnya memberikan rasa di tengah dunia yang hambar oleh karena dosa. Kiranya Tuhan boleh berkarya melalui kita, Gereja-Nya, untuk hadir membawa berkat Tuhan di tengah-tengah situasi saat ini.

STUDI PRIBADI: Apakah yang ingin diajarkan melalui kisah Elisa menyehatkan air di kota Yerikho ini?

Pokok Doa: Berdoalah bagi Gereja-Gereja Tuhan di Indonesia dan kota kita agar Tuhan memakai kita semua untuk menghadirkan berkat-Nya pada saat ini.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *