Mukjizat Di Kanaan : Runtuhnya Yerikho

Kamis, 22 Juli 2021

Bacaan hari ini: Yosua 6:1-27 | Bacaan setahun: Ayub 14-16, Titus 3



”…Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.” (Yosua 6:2)

Setelah melewati kemustahilan yang pertama, yakni menyeberangi sungai Yordan, bangsa Israel harus berhadapan dengan tembok kota Yerikho yang begitu kuat. Dalam Yos. 2:15 diceritakan bahwa Rahab tinggal pada tembok kota itu. Tembok kota Yerikho ini diperkirakan memiliki tinggi 7.6 meter dengan tebal 6 meter. Di atas tembok inilah berdiri rumah-rumah penduduk, yang dibangun dari kayu. Bisa dibayangkan betapa kokohnya dan tebalnya tembok kota Yerikho ini. Bagaimana cara meruntuhkan tembok kota Yerikho ini?

Bagi Allah, tiada yang mustahil. Allah memerintahkan bangsa Israel mengelilingi kota itu dengan para imam di depannya (ay. 3) selama 6 hari, setiap hari sekali putar, tanpa bersuara sedikitpun. Pada hari yang ketujuh, mereka harus mengelilingi kota itu sebanyak 7 kali sambil para imam meniup sangkakala disertai sorakan dari bangsa Israel. Tembok kota yang begitu kokoh dan kuat itu, hanya dikelilingi selama 7 hari, akhirnya runtuh. Tentu ini bukan hasil pekerjaan manusia, bahkan kegigihan bangsa Israel semata. Ini Allah yang bekerja. Allah yang adalah Allahnya bangsa Israel, yang meruntuhkan tembok kota Yerikho.

Sesungguhnya tanpa mengelilingi tembok kota itu, Allah bisa langsung atau serta-merta meruntuhkan tembok kota itu. Namun Allah menuntut dan meminta bangsa Israel untuk mengambil bagiannya dalam penaklukkan Yerikho, yaitu mendengarkan dan mentaati perintah Allah. Menghadapi kemustahilan-kemustahilan dalam hidup ini, jangan kita berputus asa. Kisah hari ini mengingatkan setiap kita, bahwa kita memiliki Allah yang Mahakuasa, yang sanggup melakukan segala hal sesuai dengan rencana-Nya. Allah meminta kita untuk tetap dekat kepada-Nya, tetap setia mengikuti firman-Nya, untuk tetap hidup seturut kehendak-Nya. Percayalah Allah akan menopang kita. Sekalipun ada kalanya Allah tidak melakukan suatu perbuatan ajaib untuk menyelesaikan masalah kita, Dia tetap Allah, yang akan menolong kita melewati masa-masa sulit dalam hidup ini. Percayalah kepada-Nya dan setialah kepada Dia.

STUDI PRIBADI: Kapankah terakhir kali Saudara percaya dan hanya berserah pada Tuhan? Apa dampak dari percaya dan penyerahan diri Saudara kepada Tuhan?

Pokok Doa: Berdoalah agar jemaat Tuhan tetap percaya dan tetap setia kepada Tuhan, apapun kondisi hidup yang dihadapinya.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *