10 Tulah : Anak Sulung Mati

Minggu, 11 Juli 2021

Bacaan hari ini: Keluaran 12:29-42 | Bacaan setahun: Nehemia 9-10, 1 Timotius 2



“Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu.” (Keluaran 12:31)

Pada tulah ke-10, Tuhan memberikan kematian kepada anak sulung. Pertama-tama, Musa memberitahukan kepada Firaun mengenai tulah ini, namun Firaun mengeraskan hati dan tidak mendengarkan Musa (Keluaran 11:4-10). Dengan terjadinya 10 tulah ini, bagaimana dengan kehidupan bangsa Israel? Bangsa Israel tinggal di Gosyen selama di Mesir (Kejadian 45:10). Ini adalah wilayah Mesir bagian tengah. Secara demografis mereka mudah untuk mengalami 10 tulah itu namun ajaibnya mereka baik-baik saja (Keluaran 8:22; 9:26).

Peperangan rohani yang terbesar adalah ketika Allah berperang melawan musuh-musuh kita. Pemeliharaan yang terbesar adalah ketika Tuhan menjadi benteng bagi kita. Ketika Tuhan berdiri di depan di dalam peperangan, maka kita akan mendapatkan perlindungan dan kuasa Tuhan. Jadi 10 tulah itu tidak dirasakan oleh Israel.

Pada tulah ke-10, mereka diminta Allah untuk mengadakan perjamuan istimewa (Keluaran 12). Mereka menikmati makanan, daging empuk dari kambing atau domba berumur kurang dari setahun dan mereka menikmati persekutuan dengan Tuhan. Darah hewan itu harus dioleskan di ambang dan tiang pintu sehingga Allah tidak membunuh mereka. Itu berarti, rumah itu sudah disucikan. Di sini ada pembebasan dengan pengorbanan. Kuasa Tuhan menyertai mereka yang merayakan paskah. Orang Israel menikmati perjamuan, namun orang Mesir menderita karena kekerasan hati mereka. Mereka kehilangan anak-anak sulung mereka; Firaun pun mengalami.

Kekerasan hati kita akan membawa kita semakin berdosa dan itu akan membuat Tuhan semakin murka. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk melembutkan hati dan menerima setiap Firman Tuhan yang kita baca dan dengar. Musa dikatakan sebagai orang yang paling lembut hatinya (Bilangan 12:3). Segala kekaguman kita akan hancur jika tidak berkaitan dengan Tuhan. Sesungguhnya hanya pada Tuhan-lah kita bisa berbangga (Galatia 6:14). Mereka yang bersikeras melawan Tuhan dan umat-Nya akan mendapatkan pembalasan dari Tuhan.

STUDI PRIBADI : Adakah kekerasan hati saudara di hadapan Tuhan? Apakah saudara pernah memohon untuk dilembutkan hatinya oleh Tuhan?

Berdoalah : Bapa, kami manusia berdosa yang sering mengeraskan hati dan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati-Mu. Tolong kami untuk menyadari dan bertobat dengan sungguh di hadapan-Mu. Amin.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *