10 Tulah : Air Menjadi Darah

Jumat, 2 Juli 2021

Bacaan hari ini: Keluaran 7:14-25 | Bacaan setahun: Ezra 1-2, 1 Tesalonika 1



“Sebab beginilah firman TUHAN: Dari hal berikut akan kauketahui, bahwa Akulah TUHAN. Lihat, dengan tongkat yang di tanganku ini akan kupukul air di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah.” (Keluaran 7:17)

Ketika Musa pertama kali meminta supaya bangsa Israel dibebaskan, Firaun meresponi hal itu dengan sebuah pertanyaan, “Siapakah Tuhan itu yang harus kudengarkan firman-Nya?” (5:2). Pertanyaan yang sangat wajar dari orang yang menyembah banyak dewa. Karena itu, Tuhan menunjukkan siapakah TUHAN yang disembah oleh Israel, Tuhan menunjukkan keistimewaan-Nya dibanding ilah-ilah lain.

Tulah yang pertama adalah air menjadi darah. Firaun menyaksikannya sendiri dari tepi sungai Nil, ketika Musa dan Harun menunjukkan kuasa Tuhan. Sungai yang adalah tempat suci bagi bangsa Mesir, tiba-tiba menjadi bau darah dan busuk hanya dengan pukulan tongkat Harun. Semua ikan di sungai Nil mati dan bahkan ada darah di mana-mana. Tetapi Firaun masih mengeraskan hati, sehingga ia kembali memanggil para ahli sihirnya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Musa. Tapi bukankah ini suatu hal yang mengenaskan? Para ahli sihir ini menambah masalah dengan mengubah air yang tersisa menjadi darah. Sehingga bangsa Mesir harus menggali di sekitar sungai untuk mendapatkan air.

Tulah pertama ini sebenarnya adalah bencana besar, dan cara Tuhan terlihat kejam, karena memutus sumber air dari orang Mesir, juga ikan yang menjadi makanan pokok mereka. Tapi sebenarnya itu menunjukkan kesabaran Tuhan, karena bisa saja Tuhan memusnahkan orang Mesir sekaligus, tetapi tidak dilakukan-Nya. Tuhan memberi mereka kesempatan untuk bertobat. Tulah yang pertama ini harusnya menjadi tamparan untuk mempermalukan dewa Mesir yang dikaitkan dengan sungai itu: Khnum (penjaga Sungai Nil), Hapi (roh Sungai Nil), Osiris (dewa kehidupan dan mata air). Tetapi di sisi lain, tulah itu juga seharusnya meyakinkan Israel akan kuasa, kasih dan keunggulan TUHAN. Sehingga mereka dengan yakin keluar dari tanah Mesir dan meyakini Tuhan yang memanggil mereka adalah Tuhan yang sanggup memelihara kehidupan mereka. Pada akhirnya semua itu terjadi untuk menyatakan siapa Tuhan yang kepada-Nya, orang Israel menyembah.

STUDI PRIBADI: Apakah yang Tuhan lakukan untuk menyatakan diri dan kuasa-Nya bagi bangsa Mesir?

Pokok Doa: Bersyukurlah karena kita memiliki Tuhan yang kuasa-Nya jauh melebihi kuasa apapun, yang pasti akan sanggup memelihara kehidupan setiap kita orang percaya. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *