Meniup Sangkakala

Selasa, 18 Mei 2021

Bacaan hari ini: Wahyu 8:6-9 | Bacaan setahun: 1 Raja-Raja 19-20, 1 Korintus 5



“Dan ketujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersiap-siap untuk meniup sangkakala.” (Wahyu 8:6)

Dalam konteks peperangan Israel melawan bangsa Yerikho, setelah tiga belas kali mengelilingi kota Yerikho, akhir yang dramatis ditutup dengan tiupan sangkakala sebagai bunyi sorak kemenangan atas runtuhnya tembok seteru bangsa Yerikho. Tentu saja kemenangan tersebut bukanlah terletak pada kekuatan gaib dari sangkakala tersebut dan bukan pula pada kehebatan para peniup sangkakala. Tetapi semua karena Allah lah yang berperang atas bangsa Israel sehingga mereka dapat mengalami kemenangan telak. Artinya adalah, kemenangan itu lahir dari kehadiran Allah dalam perjalanan doa bangsa Israel. Makna dari ketujuh malaikat yang memegang dan meniup ketujuh sangkakala dalam Wahyu 8, ayat 6-7 ini merupakan sambutan yang meriah atas kedatangan Tuhan (bdk. Dan. 9:21).

Meniup sangkakala merupakan tanda kedatangan Tuhan. Maka bunyi sangkakala mengajak umat manusia agar siap menghadap Allah! Bunyi sangkakala di sini mengingatkan pembaca untuk mengerti dan mengaku bahwa Tuhan, Dialah Allah. Mereka masih diberi waktu untuk bertobat dan mengaku bahwa keselamatan ada dalam diri Yesus Kristus, Sang Anak Domba. Karena perjalanan Kristus ke dunia menjadi korban tebusan, mati hingga bangkit dan naik ke surga adalah contoh yang real (nyata) bahwa Anak Domba itu telah mengalahkan maut dan taat hingga mati bahkan mati di kayu salib. Bukan hanya itu, Ia datang karena menanggapi doa orang-orang kudus. Itulah penghiburan bagi jiwa-jiwa di bawah mezbah (6:10).

Oleh karena itu, bagi orang percaya, bunyi sangkakala adalah tanda bahwa Tuhan sudah mulai bertindak untuk keselamatan bangsa-Nya. Kitapun yakin bahwa bangsa Indonesia juga adalah bangsa yang akan terus diberkati oleh Tuhan. Melalui doa dan integritas hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, sudah selayaknya kita hidup berkemenangan layaknya seorang yang meniup sangkakala, sebagai tanda menyambut kebesaran dan kemuliaan-Nya, Amin.

STUDI PRIBADI: Apakah kita menyadari bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam sepanjang kehidupan kita? Adakah kesaksian hidup kita terpancar layaknya seorang yang meniup sangkakala?

Berdoalah: Bapa yang baik, ajarlah kami untuk senantiasa hidup bersinar terang dalam menyatakan Kristus sebagai Sumber Kemenangan bagi hidup kami. Amin.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *