Allah Yang Menjaga

Kamis, 13 Mei 2021

Bacaan hari ini: Wahyu 7:1-3 | Bacaan setahun: 1 Raja-Raja 9-10, Roma 16



“Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” (Wahyu 7:3)

Pada bagian ini (ayat 1-3) tertuliskan empat malaikat yang menahan angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon, karena begitu angin dilepaskan, maka segera akan terjadi kehancuran atau kekacauan atas bumi yang dapat melenyapkan manusia. Di dalam Alkitab, Roh Kudus juga digambarkan sebagai angin yang bertiup. Tetapi, di dalam bagian ini kita bisa membandingkan angin yang besar ini adalah angin kekacauan atau malapetaka yang berbeda sekali dengan peran Roh Kudus yang menolong umat Allah, yang menyatakan Allah dan memberikan damai sejahtera. Untuk itu, angin ini disebut angin bumi (the winds of the earth).

Angin ini spesifik disebut angin bumi, karena angin ini berhembus hanya di bumi; sorga selalu bebas dan bersih dari angin ini. Angin ini dikendalikan oleh para malaikat yang berdiri di empat penjuru bumi, yang menandakan bahwa angin kekacauan ini tidak dapat berhembus sampai Allah yang memerintahkannya. Selain itu, para malaikat melakukan tugas ini untuk melayani para hamba Allah yang setia di bumi agar tidak tersentuh dari malapetaka yang akan terjadi. Penahanan yang dilakukan ini hanya terjadi untuk satu musim, yaitu sampai para hamba Allah dimateraikan. Allah memiliki kepedulian dan perhatian khusus bagi hamba kepunyaan-Nya pada masa cobaan dan malapetaka, dan Allah memiliki cara untuk membuat mereka aman dari akibat semuanya itu.

Peristiwa ini sesungguhnya menjadi penghiburan besar bagi tiap kita, orang-orang percaya yang sedang terus dikuduskan Allah. Allah sendiri yang memelihara kita dari malapetaka besar di hari menjelang kedatangan-Nya. Malaikat pun menjalankan tugasnya agar kita terjaga dari kekacauan akhir. Mungkin di masa-masa ini kita mengalami cobaan yang besar, tetapi sekali lagi penghiburan dari Allah datang kepada kita hari ini. Bumi bukan rumah akhir kita. Pencobaan dan penderitaan kita hanyalah sementara. Allah memberikan janji-Nya kepada kita yang setia sampai akhir, bahwa Ia yang akan menjaga kita sampai kita kembali ke rumah Bapa. Amen.

STUDI PRIBADI: Bagaimana Anda dapat bersyukur mengetahui kebenaran firman Tuhan hari ini?

Berdoalah: Bapa, terima kasih karena Bapa memberi perhatian begitu besar bagi kami. Ampuni kami jika kadang tak dapat melihatnya, namun Firman-Mu meneguhkan kami kembali akan pemeliharan-Mu yang sempurna. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *