Jangan Memfitnah !

Minggu, 07 Maret 2021

Bacaan hari ini: Yakobus 4:11-12 | Bacaan setahun: Bilangan 31-32, Lukas 22



“Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.” (Yakobus 4:11)

Di akhir tahun 2020, kita baru saja melewati masa pemilihan kepala daerah. Di berbagai pelosok Indonesia, para calon kepala daerah bersaing ketat, baik yang di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Persaingan ini kerap diwarnai berbagai fitnah yang dilontarkan baik secara langsung atau terselubung dari tim sukses masing-masing calon, dengan tujuan untuk saling menjatuhkan. Tentu saja, meraih kemenangan adalah motivasi utama, tanpa memikirkan efek luka berkelanjutan pada kehidupan mereka. Sebagian berupaya membersihkan namanya dengan klarifikasi, sebagian membiarkannya berlalu. Toh setelah semua hiruk-pikuk ini lewat, hanya sedikit yang mengingatnya. Hanya rasa benci yang mungkin tersisa.

Melontarkan fitnah adalah sebuah tindakan kejam yang tidak pantas untuk dilakukan. Dalam Alkitab, kata fitnah mengandung arti merendahkan dengan kasar, mengejek, menjelek-jelekkan, dan melakukannya di belakang yang bersangkutan. Ini berarti, kita dengan sengaja memaparkan sebuah fakta palsu untuk menjatuhkan orang lain, dan lebih parahnya, kita melakukannya di belakang mereka! Sungguh sebuah tindakan yang tidak terpuji! Yakobus juga melengkapi teguran ini dengan sebuah fakta, bahwa dengan memfitnah, kita sudah menempatkan diri di atas hukum — dengan melemparkan penghakiman buruk dan palsu kepada sesama kita. Ini berarti kita tidak menghormati Sang Pembuat Hukum dan Sang Hakim Agung, yaitu Allah Semesta Alam! Fitnah dapat membawa luka yang berdampak buruk bagi relasi kita dengan sesama. Perpecahan dan permusuhan kerap tak terhindarkan sebagai akibat dari fitnah. Lebih mengerikan lagi, ini berarti kita sudah tidak menghormati Tuhan dan melangkahi otoritas-Nya!

Benci akibat perpecahan dan permusuhan adalah antitesis dari kasih. Ingatlah perintah dari Tuhan Yesus kepada kita untuk saling mengasihi, seperti Tuhan sudah terlebih dulu mengasihi kita, agar semua orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan Yesus Kristus (Yoh 13:34-35)! Oleh karena itu, jangan memfitnah!

STUDI PRIBADI : Evaluasi dengan jujur relasi kita dengan sesama, adakah fitnah pernah terlontar dari kita? Jika ada, belum terlambat untuk datang memohon ampun dari Tuhan, serta berupaya menjernihkan dan meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Pokok Doa : Mohon agar Roh Kudus menolong kita untuk mengingat perintah Tuhan Yesus untuk saling mengasihi, sehingga kita dapat menguasai hasrat diri untuk memfitnah — yang seringkali pendorongnya adalah benci.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *