Bukan Hikmat Dunia

Jumat, 05 Maret 2021

Bacaan hari ini: Yakobus 3:13-18 | Bacaan setahun: Bilangan 27-28, Lukas 20



“Tetapi hikmat dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.” (Yakobus 3:17)

Pernahkah Anda melihat seseorang yang mengaku berhikmat tetapi bertindak bodoh? Hikmat yang benar bisa dilihat melalui karakter seseorang, sama seperti mengenal pohon dari buahnya. Namun tidak semua orang bisa membedakan yang berhikmat dan tidak berhikmat. Nasihat Yakobus mengajak kita membedakan dua hikmat ini; yang pertama adalah hikmat dunia: yaitu hikmat yang berdampak pada kekacauan dan segala perbuatan jahat, karena ada sikap iri hati dan mementingkan diri sendiri, yaitu egois. Di dalam ayat 15, Yakobus menekankan bahwa hikmat dunia bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. Kedua, hikmat dari atas atau dari Allah: yaitu hikmat yang tidak akan mendatangkan kekacauan, karena hikmat dari Allah benar-benar murni, mencintai kedamaian, ramah seorang akan yang lain, penurut, penuh dengan rasa belas kasihan, suka melakukan apa yang baik, bahkan tidak memihak seorang akan yang lain, dan tidak munafik.

Belajar dari tokoh Alkitab, Salomo, yang terkenal karena hikmatnya. Ketika Tuhan memberikan kesempatan kepada Salomo untuk meminta apapun yang dia mau, Salomo tidak meminta berkat materi, justru Salomo meminta hikmat kepada Tuhan sehingga bisa menyelesaikan tugasnya sebagai raja di Israel (1 Raja-Raja 3:9). Salomo menuliskan tentang hikmat demikian: “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak dan hasilnya melebihi emas” (Amsal 3:13-14).

Hikmat dapat diperoleh dengan memintanya kepada Tuhan yang adalah sumber segala hikmat, untuk tahu membedakan antara baik dan jahat, karena hikmat yang berasal dari Tuhan menuntut seseorang memiliki kemurnian hati, yang menyadari tentang kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidupnya, dan mampu menjaga diri untuk hidup benar sesuai kehendak-Nya Tuhan. Kita juga mampu menjadi seorang pembawa damai, pembawa kebenaran di manapun kita pergi dan berada, dengan kita hidup berdasar hikmat dari Tuhan, dan bukan hikmat dunia.

STUDI PRIBADI : Renungkanlah Firman Tuhan ini! Bagaimana dengan Anda, apakah hidup Anda berjalan sesuai dengan hikmat Tuhan?

Pokok Doa : Berdoalah bagi jemaat Tuhan, untuk boleh senantiasa hidup sesuai dengan hikmat dari Tuhan, sehingga menjadi pembawa damai dan kebenaran di manapun berada. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *