Kecil Berdampak Besar

Kamis, 04 Maret 2021

Bacaan hari ini: Yakobus 3:1-12 | Bacaan setahun: Bilangan 25-26, Lukas 19



“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” (Yakobus 3:5)

Lidah, yang merupakan bagian anggota tubuh kita, meskipun kecil ukurannya, mampu memiliki potensi yang besar terhadap orang lain dan diri sendiri, dan potensi ini bisa baik dan bisa juga buruk. Sebab dikatakan dalam ayat ke-6, “lidah seperti api, meskipun kecil tetapi dapat membakar hutan yang besar, bahkan binatangpun dapat dijinakkan oleh manusia.” Siapakah yang dapat menjinakkan lidah? Agar tidak menodai kehidupan kita?

Kita berjuang agar kehidupan sebagai orang Kristen mempunyai pengaruh yang positif, yakni melalui teladan perkataan kita bagi sekitar lingkungan kita dengan tetap menjaga kualitas perkataan kita dengan baik, sekalipun kita ada dalam kemarahan, emosi, dan kejengkelan. Siapakah yang dapat menjinakkan lidah agar berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain?

Tuhan Yesus mencari orang-orang Kristen yang dapat mengontrol lidahnya sehingga perkataan yang keluar dari mulutnya dapat dipertanggung-jawabkan berdasarkan Firman Tuhan, karena orang-orang percaya di tengah-tengah dunia ini adalah kesaksian yang hidup, sebagai surat Kristus yang terbuka, yang hidupnya dapat dilihat dan didengar oleh orang lainnya melalui perkataan yang keluar dari mulutnya. Sebab dalam ayat 8 dikatakan, “tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.”

Dan dikatakan dalam ayat 9, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” Siapakah yang dapat menjinakkan lidah? Firman Tuhan mengatakan bahwa perkataan yang baik timbul dari pikiran dan hati yang baik, dimana pikiran dan hatinya dipenuhi oleh Firman Tuhan sehingga ia menjadi orang yang bijak dan berbudi, dan hidupnya semakin serupa Kristus di dalam kekudusan. Sudahkah hati dan pikiran kita dipenuhi Firman Tuhan?

STUDI PRIBADI : Apakah nasihat Yakobus berkaitan dengan penggunaan lidah?

Berdoalah : Ya Bapa kami yang di surga, kepada-Mu lah hamba memohon hikmat-MU yang memberikan kebenaran dan damai sejahtera dalam hidup hamba. Tolonglah Bapa, Amin. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *