Persaudaraan Di Dalam Tuhan

Minggu, 22 November 2020

Bacaan hari ini: Filipi 2:19-3:1a | Bacaan setahun: Yehezkiel 13-15



“Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu.” (Filipi 2:19)

Surat Filipi juga dikenal sebagi surat dari penjara, karena ditulis pada waktu Paulus berada di dalam penjara Roma. Walaupun dipenjara, relasi dan kedekatan Paulus dengan jemaat yang ia rintis tetap berjalan dengan baik. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, waktu Paulus dalam penjara ia mengutus Timotius kepada jemaat Filipi. Timotius adalah orang kepercayaan dan yang Paulus anggap orang terbaik. Orang yang sungguh-sungguh memperhatikan akan kepentingan jemaat, sama seperti Paulus, mengasihi dan memperhatikan jemaat.

Sebaliknya, jemaat Filipi juga mengirimkan orang terbaiknya yang bernama Epafroditus; bagi Paulus ia juga sudah seperti saudara, teman sekerja dan seperjuangan. Epafroditus diutus mewakili jemaat Filipi untuk melayani kebutuhan Paulus selama dipenjara. Namun di luar dugaan ia jatuh sakit, walau tidak disebutkan sakit apa, yang jelas sakitnya ini nyaris meregut nyawanya. Mendengar Epafroditus sakit, jemaat Filipi menjadi kuatir. Epafoditus sendiri juga kepikiran dengan saudara-saudaranya jemaat Filipi, ia tidak mau membebani jemaat Filipi, yang susah karena kepikiran dirinya yang sakit. Di sini kita bisa melihat dan belajar tentang kasih dan kedekatan antara satu jemaat dengan jemaat lain dalam jemaat Filipi. Mengetahui hal ini, Paulus segera kirim Epafroditus untuk kembali ke jemaat Filipi, walau mungkin komitmen waktunya belum sampai, dan Pauluspun mungkin masih butuh bantuannya. Namun demi kebahagiaan bersama, Paulus rela melepas Epafroditus.

Pertanyaan kita adalah, apakah dalam gereja masa kini, jemaat masih memiliki relasi antara satu dengan lainnya, masih ada kehangatan kasih dan kepedulian yang bisa dirasakan? Apabila kita belajar dari Paulus, sang pemimpin umat, berelasi sangat baik, dan yang akhirnya menyebar kepada orang lapisan kedua seperti Timotius dan Epafoditus, dan menyebar lagi sehingga dirasakan oleh seluruh jemaat. Apakah hamba Tuhan kita masih memberikan kasih dan kepeduliaan pada jemaat, seperti Paulus?

STUDI PRIBADI : Pelajaran rohani apakah yang dapat saudara ambil dan terapkan pada saat membaca dan merenungkan bagian Firman Tuhan ini?

Pokok Doa : Berdoalah agar setiap jemaat berperan aktif untuk membangun pelayanan kasih satu dengan lainnya, sehingga di tengah berbagai kesulitan yang ada gereja tetap dapat menjaga kesaksian iman di tengah dunia.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *