Bercahaya Seperti Bintang Di Dunia

Sabtu, 21 November 2020

Bacaan hari ini: Filipi 2:12-18 | Bacaan setahun: Yehezkiel 10-12



“Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” (Filipi 2:15)

Paulus mengingatkan semua anak Tuhan yang hidup taat kepada Tuhan, untuk “tetaplah kerjakan keselamatan kita dengan rasa takut dan gentar.” Sebenarnya apa yang mau Paulus katakan? Apakah keselamatan yang sudah Tuhan genapkan di atas kayu salib masih belum cukup? Bukan, Paulus tidak bermaksud demikian. Kata “kerjakan” di sini memiliki pengertian kesempurnaan, maksudnya adalah perjalanan hidup kita dari sejak menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat sampai berakhirnya kehidupan kita di dunia. Paulus katakan, jalan terus, jangan berhenti di tengah jalan, jalani sampai karya penyelamatan itu penuh dan sempurna dikerjakan di dalam kamu. Setialah sampai akhir.

Paulus juga mengingatkan bahwa rasa takut dan gentar itu tidak cukup jika hanya karena Paulus ada di tengah-tengah mereka. Jangan sekadar hidup takut dan hormat kepada Tuhan saat ada hamba Tuhan saja, jangan cari muka sekadar untuk menyenangkan hati manusia. Sekalipun tidak ada siapa-siapa, Anda harus tetap orang yang takut dan hormat kepada Tuhan.

Paulus ingin agar hidup anak Tuhan yang sudah diselamatkan, benar- benar berbeda dengan orang-orang dunia yang menurut Paulus sudah bengkok hati dan sesat (bnd. ayat 14-15). Kita harus memiliki hidup yang tidak bersungut-sungut dan tidak berbantah-bantahan dalam kerja, supaya tidak jadi batu sandungan. Inilah arti keselamatan yang terus kita kerjakan, kedewasaan rohani dan kerendahan hati meresponi semua hal, termasuk ketidak-adilan sekalipun, kita responi dengan hati yang lemah lembut dan penuh penguasaan diri. Anak Tuhan harus seperti bintang-bintang di dunia. Artinya adalah di tengah kegelapan malam sekalipun, Anda dan saya tetap bercahaya. Seperti dikatakan penulis Amerika, John Green: “The darkest nights produce the brightest stars”. Dalam malam yang gelap menghasilkan bintang yang bersinar terang. Sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh Tuhan, kiranya kita tetap setia mengerjakan keselamatan yang dari Tuhan. Sesulit apapun hidup kita, kita tetap setia dan bercahaya seperti bintang-bintang di tengah gelapnya dunia.

STUDI PRIBADI :
(1) Apakah pelajaran rohani dari perenungan firman Tuhan ini?
(2) Catat beberapa hal rohani yang sudah kita di dalam mewujudkan Firman Tuhan ini.

Berdoalah : Tolonglah kami, anak-anak-Mu ini ya Tuhan, agar kami mampu mengatasi godaan dunia ini yang berusaha menjauhkan kami dari iman dan kasih kami kepada-Mu, Amin.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *