Hanya Dengan Iman

Selasa, 27 Oktober 2020

Bacaan hari ini: Galatia 3:1-14 | Bacaan setahun: Yesaya 60-62, Amsal 27



“Orang yang benar akan hidup oleh iman.” (Galatia 3:11b)

Ada sebuah istilah, “Bangunan yang dibangun oleh tangan kananmu, dihancurkan tangan kirimu.” Artinya adalah, pencapaian dari hasil kerja keras kita, dihancurkan oleh kita sendiri. Istilah ini menggambarkan apa yang dilakukan oleh jemaat Galatia, yang membuat Paulus menyebut mereka sebagai orang bodoh. Mereka telah menerima Injil keselamatan dan percaya kepada Kristus, terlebih lagi mereka telah menderita karena Injil (ay. 4). Namun semuanya itu sia-sia karena mereka terpengaruh dengan ajaran guru-guru palsu, yang menjerat mereka untuk tetap melakukan hukum Taurat.

Jemaat ini disebut bodoh oleh Paulus bukan tanpa alasan, mengingat pemberitaan dramatis tentang kematian Kristus yang diberitakan Paulus, ketika ia di tengah-tengah mereka. Kristus sudah membebaskan mereka dengan kematian-Nya, namun mereka terperdaya sehingga diperbudak di bawah hukum Taurat. Itu adalah sebuah kebodohan karena mereka telah diselamatkan karena iman, tetapi masih mencari pembenaran dengan melakukan hukum Taurat. Sebab hukum Taurat itu tidak akan bisa mereka taati dengan sempurna, karena hukum itu diberikan justru untuk meyakinkan mereka bahwa mereka perlu penolong, perlu Juruselamat.

Hal lain yang membuat mereka semakin terlihat bodoh adalah bahwa, Roh Kudus telah mereka terima ketika percaya kepada Kristus, lalu mereka akan mengakhirinya dalam daging. Mereka berharap bisa lebih sempurna dengan menambahkan kepatuhan mereka terhadap Taurat. Hukum Taurat tidak bisa membenarkan orang berdosa, hanya anugerah Tuhan melalui kematian-Nya yang melakukannya.

Keselamatan dan pembenaran yang kita terima tentu bukan karena kebaikan kita, bukan karena ketaatan kita, tetapi karena iman kita kepada Kristus yang mati sebagai ganti hukum dosa kita. Ketaatan kepada Tuhan dan perintah-Nya adalah sebuah konsekuensi logis dari keselamatan yang sudah kita terima. Artinya kita dibenarkan hanya karena iman bukan karena usaha kita sendiri.

STUDI PRIBADI :
(1) Apakah kita sudah benar-benar percaya bahwa kita sudah dibenarkan hanya karena iman?
(2) Atau masih mencari pembenaran lain dengan usaha kita sendiri?

Pokok Doa : Bersyukurlah karena Tuhan sudah membenarkan kita hanya karena iman kepada-Nya, dan berdoalah supaya kita tetap setia melakukan tugas keselamtan kita.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *