Paulus Dan Kerasulannya

Minggu, 25 Oktober 2020

Bacaan hari ini: Galatia 2:1-10 | Bacaan setahun: Yesaya 54-56, Amsal 25



“Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat.” (Galatia 2:7)

Persoalan tentang kerasulan Paulus menjadi topik yang penting pada waktu itu, oleh karena itu baik para pengikut Petrus maupun orang-orang Kristen Yahudi yang ada di Galatia dan menjadi musuh Paulus melihat bahwa status kerasulan Paulus perlu diragukan. Mengapa? Karena Paulus berbeda dengan para murid Tuhan Yesus yang lain, seperti Petrus dan Yakobus. Mengapa hal ini dipertanyakan? Sangat mungkin ada orang-orang Kristen Yahudi yang memiliki pandangan berbeda dengan Paulus, terkait pelayanan pemberitaan Injil kepada orang-orang di luar Yahudi, yang berkaitan erat dengan aturan hukum Taurat. Bagi Paulus, mereka yang sudah percaya kepada Kristus tidak perlu melakukan berbagai aturan hukum Taurat untuk melengkapi keselamatan yang sudah mereka terima.

Paulus di dalam bagian ini menekankan bahwa kerasulan bukanlah karena jabatan atau karena pengakuan dari para murid Yesus, melainkan karena apa yang dilakukan oleh Paulus. Pelayanan pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus kepada orang-orang non-Yahudi didasarkan pada mandat yang telah diterima langsung oleh Paulus dari Tuhan Yesus sendiri dalam perjalanan ke Damsyik. Atas dasar mandat itulah Paulus kemudian dengan giat melayani dan memberitakan Injil kepada orang-orang non- Yahudi. Paulus menegaskan, “Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat…” (bnd. Galatia 2:7).

Belajar dari bagian ini, kita perlu meneladani Paulus. Ketika banyak orang Kristen mulai sibuk dengan jabatan dan kedudukan di dalam pelayanan, maka yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita melayani dengan kualitas yang baik. Kualitas dari suatu pelayanan yang baik akan menghindarkan kita dari konflik atas jabatan dan kedudukan yang bisa menjatuhkan kita di dalam pelayanan. Biarlah kualitas dari pelayanan kita yang terlihat nyata dan dapat dirasakan jemaat menjadi jawaban bagi segala keraguan pelayanan kita.

STUDI PRIBADI : Apakah yang ditekankan Paulus ketika muncul permasalahan tentang kerasulannya?

Berdoalah : Tuhan Yesus, tolonglah kami agar kami dapat tetap setia di dalam melayani Engkau yang adalah Tuhan dan Raja atas hidup kami, Amin. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *