Injil Kehidupan

Sabtu, 24 Oktober 2020

Bacaan hari ini: Galatia 1:11-24 | Bacaan setahun: Yesaya 51-53, Amsal 24



“Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” (Galatia 1:12)

Ada banyak pemimpin politik ketika terpilih tidak memenuhi janji-janji yang mereka sampaikan ketika kampanye. Mereka hanya pandai berkata-kata untuk menarik hati manusia, tetapi pada akhirnya mereka tidak menjalani perkataan mereka di hadapan banyak orang. Ketika berbicara tentang Injil, Injil yang benar adalah Injil yang dinyatakan di dalam kehidupan. Hidup kita ini adalah cerminan Injil yang sesungguhnya. Lebih daripada perkataan dan pemberitaan, hidup kita seharusnya menjadi demonstrasi kuasa Injil yang benar yang hidup melalui kita. 

Paulus bukan hanya memberitakan Injil, tetapi Ia menghidupi Injil. Ia telah menyaksikan bagaimana kehidupannya diubahkan oleh Injil. Paulus yang dulunya adalah seorang penganiaya jemaat sebagaimana ia tuliskan demikian, “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya” (bnd. ay. 13), Tuhan ubahkan menjadi pemberita Injil yang setia. Paulus pun menyaksikan bagaimana Tuhan memanggilnya, mengenalnya dan mengutusnya untuk melayani pekerjaan Injil (ay. 16-17). Dan semua pelayanan yang ia lakukan bukan untuk memukau orang lain dan mencari nama bagi diri sendiri, tetapi ia lakukan atas panggilan kasih karunia dari Allah yang merencanakan segalanya sejak Paulus berada dalam kandungan ibunya (ay. 15). Hidupnya adalah demonstrasi yang nyata dari Injil yang benar. Injil kasih karunia di dalam Kristus Yesus.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Adakah orang melihat Injil yang benar melalui hidup kita? Adakah kita menjadi sarana yang efektif dalam memberitakan Injil kasih karunia Allah. Memberitakan Injil bukan berbicara tentang kepiawaian dan talenta, melainkan ketulusan hati dan kesungguhan untuk menghidupi Injil itu sendiri. Mari kita hidup bagi Injil, menyaksikan Injil melalui kehidupan kita setiap hari.

STUDI PRIBADI :
(1) Mari memeriksa hidup kita. Jika hidup kita serupa dunia, mari datang meminta ampun kepada Tuhan dan memperbaiki hidup kita.
(2) Berdoalah bagi satu orang yang belum mengenal Tuhan. Beritakanlah Injil bagi mereka.

Pokok Doa : Berdoa untuk para misionaris di masa sukar ini boleh melayani dengan setia dan dijagai oleh Tuhan sehingga tetap memuliakan Tuhan dan hidup kudus.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *