Asli Dan Palsu

Jumat, 23 Oktober 2020

Bacaan hari ini: Galatia 1:6-10 | Bacaan setahun: Yesaya 49-50, Amsal 23



“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10)

Kita hidup dalam zaman dimana kita menemukan banyak pemalsuan terjadi. Ketika membeli tas misalnya, ada tas dari yang original, KW 1, KW 2, dan seterusnya. Apabila tidak berhati-hati kita dapat tertipu dan membeli barang yang salah dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, kita haruslah berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk membeli sesuatu. Seperti halnya dengan pengajaran Kristen; hari ini ada banyak rupa-rupa pengajaran yang mengajarkan hal-hal yang tidak benar. Ada orang yang mengajarkan teologi kesuksesan, bahwa anak Tuhan pasti kaya, sehat dan makmur. Padahal, di dalam Alkitab tidak ada pengajaran yang demikian dan hal-hal yang disebarluaskan adalah kesalahan.

Dalam jemaat Galatia, hal yang sama terjadi. Ada pengajar-pengajar palsu yang mengajarkan injil yang lain dan yang salah ke tengah-tengah jemaat Tuhan. Dan hal yang disayangkan adalah jemaat Galatia tidak mampu membedakan Injil yang benar dan salah. Mereka menerima ajaran yang salah dan mengikuti para pengajar palsu. Paulus marah atas jemaat Tuhan yang mudah sekali dipengaruhi oleh kepiawaian pengajaran palsu tanpa memeriksa ajaran mereka dengan baik. Injil yang benar bukanlah berbicara tentang seberapa meyakinkan berita itu disampaikan, tetapi seberapa benar dan kuasa salib Kristus yang ditinggikan, bukan pembawa beritanya.

Hari ini ada banyak rupa-rupa pengajaran. Ada banyak pengajar-pengajar yang mengajar seperti motivator, gedung-gedung megah dan fasilitas gereja yang modern dan memanjakan mata. Tetapi, kuasa Injil bukan tentang semua kemasan itu. Setiap orang Kristen haruslah mencari kebenaran dan Injil yang sesungguhnya. Jangan biarkan diri kita terkecoh oleh segala cara penyampaian yang memukau dan menakjubkan. Kita perlu berpegang kepada firman agar kita mampu membedakan mana pengajar yang benar dan Injil yang disampaikannya.

STUDI PRIBADI :
(1) Bagaimana ketekunan kita membaca firman Tuhan? Jika kita tidak konsisten, mari berkomitmen kembali bertekun di dalam firman.
(2) Mulailah menghafal 1 dan 2 ayat emas yang dapat menjadi pedoman hidup kita selama satu minggu ini.

Pokok Doa : Berdoalah untuk orang-orang Kristen agar boleh memiliki komunitas sehat dan aman, dimana mereka bisa saling mendukung dan menolong satu sama lain. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *