Hidup Bagi Allah

Kamis, 22 Oktober 2020

Bacaan hari ini: Galatia 1:1-5 | Bacaan setahun: Yesaya 46-48, Amsal 22



“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20a)

Seorang utusan atau duta besar dari suatu negara ditugaskan pergi ke sebuah negara asing untuk mewakili negaranya. Sebagai seorang duta atau utusan, ia juga harus menjaga hubungan diplomatik antara dua negara. Dalam surat Galatia ini, Paulus menyebutkan dirinya sebagai seorang rasul, yang berarti juga seorang utusan. Paulus menyebut bahwa dirinya adalah rasul yang dipilih oleh Yesus Kristus, bukan oleh manusia. Dalam hal ini, otoritas Paulus untuk menjadi seorang rasul sepenuhnya berasal dari kehendak Allah sendiri.

Sebagai seorang utusan, Paulus menyadari bahwa pesan utama yang harus ia beritakan dalam pelayanannya ialah tentang Tuhan Yesus, yang telah mati untuk menebus dosa umat manusia namun Ia telah dibangkitkan oleh Allah Bapa. Paulus menyadari bahwa banyak orang tidak menyadari identitas mereka sebagai anak-anak Allah. Sehingga hidupnya tidak seperti orang-orang yang telah mengalami anugerah keselamatan dari Allah.

Apakah yang Paulus harapkan dari jemaat di Asia kecil pada saat itu? Paulus berharap bahwa para jemaat memiliki kesadaran dan tekad untuk hidup bagi Allah. Apa artinya hidup bagi Allah? Mereka tidak lagi hidup bagi dunia, tidak menghidupi nilai-nilai, ajaran-ajaran, pandangan hidup serta keinginan-keinginan yang ada di dalam dunia ini. Melainkan meninggalkan semuanya itu dan bertobat dengan sungguh kepada Tuhan Yesus. Dengan kata lain, hidup dalam anugerah Allah dimana Allah telah mengampuni dosa-dosa mereka dan hidup dalam damai sejahtera, dimana Allah menjadi satu-satunya pemelihara sempurna yang dapat memenuhi segala kebutuhan mereka.

Hidup dalam anugerah Allah dan hidup dalam damai sejahtera oleh Allah adalah berkat terbesar sebagai umat yang telah ditebus oleh Allah. Oleh sebab itu, semakin kita menyadari akan berkat terbesar ini dalam kehidupan kita maka kita akan berusaha untuk senantiasa memuliakan Allah di sepanjang kehidupan kita.

STUDI PRIBADI : Apakah kita telah memiliki kesaksian hidup yang baik, sehingga orang lain bisa melihat Kristus dalam hidup kita?

Berdoalah : Ya Tuhan Yesus, terima kasih untuk anugerah-Mu yang telah menyelamatkan hidupku dan bawalah aku untuk menghidupi kebenaran-Mu tiap hari dalam hidup ini.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *