Perselisihan Jemaat Korintus

Sabtu, 12 September 2020

Bacaan hari ini: 1 Korintus 6:1-11 | Bacaan setahun: Mazmur 103-104, Wahyu 12



“Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?” (1 Korintus 6:4)

Konflik atau perselisihan sering terjadi dalam kehidupan manusia, baik orang Kristen maupun non Kristen, bahkan dalam gerejapun ada perselisihan. Konflik atau perselisihan terjadi di antara jemaat-jemaat di Korintus dan bagian ini berbicara mengenai bagaimana cara jemaat menyelesaikan perselisihan yang terjadi di antara jemaat mereka. Paulus memulai bagian ini dengan pertanyaan-pertanyaan (ayat 1-9) yang mana pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan perkara-perkara yang dibawa ke pengadilan. Paulus keberatan dengan apa yang mereka lakukan; ini bukan berarti Paulus tidak memperbolehkan jemaat Korintus untuk membawa kasus atau perkara mereka ke pengadilan. Perkara yang dibawa oleh jemaat ke pengadilan ini adalah perkara-perkara biasa dalam hidup mereka.

Perselisihan atau perkara yang terjadi di antara mereka lebih baik diselesaikan dalam gereja atau komunitas kekristenan. Dalam bagian ini, tidak dijelaskan secara spesifik masalah apa yang terjadi di antara mereka; tetapi di ayat 7 dan 8 dikatakan bahwa mereka mencari keadilan. Mereka yang mencari keadilan ini dicela oleh Paulus karena mereka sendiri memperlakukan saudara seiman mereka dengan tidak adil, dan orang- orang seperti ini tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Pada ayat 9b-10, Paulus dengan sangat jelas mengungkapkan perbuatan jahat yang mereka lakukan. Paulus mengingatkan mereka untuk mengubah perilaku mereka dengan mengingatkan mereka bahwa mereka memang milik Allah melalui karya Kristus dan Roh yang penuh kasih.

Dalam hidup sebagai orang percaya, kita harus hidup saling mengasihi dan menerima satu dengan yang lain, namun terkadang ada perselisihan terjadi. Perselisihan yang terjadi di antara orang-orang percaya janganlah membuat kita saling membenci satu dengan yang lain. Dalam bagian ini, juga kita diingatkan untuk memperlakukan orang lain dengan adil, karena orang yang tidak memperlakukan saudaranya dengan adil, tidak menjadi bagian dari kerajaan Allah.

STUDI PRIBADI : Mengapa Paulus mencela jemaat di Korintus yang membawa perkara mereka ke pengadilan?

Pokok Doa : Berdoalah bagi jemaat sehingga mereka hidup saling mengasihi satu dengan yang lain. Berdoalah agar jemaat Tuhan dapat memperlakukan saudaranya dengan adil dan menjadi berkat.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *