Perselisihan

Rabu, 09 September 2020

Bacaan hari ini: 1 Korintus 3:1-23 | Bacaan setahun: Mazmur 95-97, Wahyu 9



“Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?” (1 Korintus 3:3)

Salah satu persoalan serius yang dialami jemaat di Korintus adalah perpecahan jemaat. Di ayat 1-3, Paulus menyebut jemaat Korintus dengan beberapa istilah: manusia duniawi, belum dewasa dalam Kristus, hidup secara manusiawi.

Semua sebutan di atas yang bila disimpulkan menunjuk pada manusia yang hidupnya berfokus pada hal-hal duniawi dan sementara, hidup yang dikuasai oleh kedagingan serta berpusat pada dirinya sendiri. Sebutan ini merupakan teguran keras bagi jemaat Korintus yang merasa diri sudah rohani/berhikmat. Padahal yang mereka anggap hikmat itu adalah hikmat yang dari dunia (2:6). Oleh sebab itu, Paulus mengatakan bahwa baik dulu maupun sampai pada saat Paulus menuliskan surat ini, Paulus tidak dapat memberikan makanan keras karena kondisi mereka yang masih manusia duniawi yang belum dewasa secara rohani. Bukti nyata yang Paulus berikan adalah: adanya iri hati, perselisihan dan favoritisme pada pemimpin kelompok yang berlebihan sehingga menyebabkan perpecahan. Apa yang menyebabkan terjadinya perselisihan yang tajam? Bisa karena iri hati, merasa diri/kelompok paling baik, yang mana ini semua bersumber dari manusia yang hidupnya dikuasai kedagingan, hidupnya berfokus pada hal- hal duniawi dan berpusat pada diri sendiri, sehingga tidak mau menerima bila ada orang/kelompok lain yang juga baik atau bahkan lebih baik.

Dalam kehidupan kita bersama, baik itu di dalam keluarga, kelompok masyarakat, kehidupan bergereja, dan lainnya, bagaimana kita menyikapi perbedaan dan permasalahan yang terjadi? Apabila perbedaan dan permasalahan mengakibatkan perselisihan, pertikaian bahkan perpecahan, mari kita instropeksi diri; bagaimana kedewasaan rohani kita selama ini dan apa yang menjadi fokus hidup kita. Marilah kita terus belajar menjadi dewasa di dalam Kristus, yang berperilaku sebagai orang yang dikuasai oleh Roh Kudus dan fokus hidupnya adalah melakukan kehendak Tuhan. Dengan demikian kita dapat mencari solusi yang benar dan terbaik menurut Tuhan, tanpa dikuasai oleh ego kita.

STUDI PRIBADI :
(1) Apa ciri-ciri orang yang belum dewasa di dalam Kristus?
(2) Apa yang harus kita lakukan agar terus bertumbuh menjadi dewasa di dalam Kristus?

Pokok Doa : Berdoalah agar setiap anak Tuhan mau terus berjuang untuk bertumbuh makin dewasa di dalam Kristus. Roh Kudus Tuhan menuntun dan memimpin jalan hidup anak Tuhan. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *