Dipandang Bodoh

Senin, 07 September 2020

Bacaan hari ini: 1 Korintus 1:18-2:5 | Bacaan setahun: Mazmur 90-91, Wahyu 7



“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” (1 Korintus 1:18)

Kemajuan teknologi yang begitu pesat, standar kehidupan diukur dari nilai material dan intelektual. Tidak jarang, kejahatan terjadi karena kurang nilai-nilai moral masyarakat. Sekularisme menjadi tantangan orang-orang percaya. Ini adalah realitas yang sedang kita hadapi di zaman ini, dalam perkembangannya. Kota Korintus pun adalah kota yang makmur di masa itu, dengan kemajuan perniagaan dan sumbangsih perkembangan ilmu pengetahuan. Kota Korintus ini bukan hanya dikenal sebagai kota metropolitan, kota Korintus juga dikenal sebagai kota yang dipenuhi kuil-kuil penyembahan berhala, kejahatan dan perzinahan.

Ketika mendapat kabar ada masalah yang muncul dalam kehidupan jemaat di Korintus, Paulus yang saat itu sedang melayani di tempat lain, mengirimkan surat 1 Korintus untuk memperingatkan jemaat di Korintus. Paulus menasihati jemaat untuk bersatu dan tidak mengikuti cara hidup mereka yang di luar Kristus. Walaupun jemaat akan dipandang bodoh oleh karena menerima dan percaya kepada pemberitaan Injil Kristus, Paulus memberitahukan bahwa bagi Allah, mereka yang menganggap diri cakap secara intektual dan mereka yang mengganggap diri taat kepada ritual, semua itu adalah sebuah kebodohan semata-mata bagi Allah. Mengapa orang Yahudi membutuhan tanda dan bagi orang Yunani, berita itu adalah kebodohan? Bagi mereka, salib adalah sebuah hukuman dan dianggap kutuk. Bukankah hal ini menunjukkan bahwa mereka mengganggap diri lebih berhikmat dari apa yang Allah sedang kerjakan. Ini paradoks dengan hikmat Allah, dimana Allah merancangkan keselamatan bagi orang yang percaya pada pemberitaan salib.

Sekarang kita tahu bahwa Allah telah memilih kita bukan berdasarkan atas standar dunia. Maka sudah saatnya kita hidup bukan berdasar pada pengertian kita sendiri atau cara pandang dunia. Namun mulailah melihat dan menilai segala sesuatu dari sudut pandang Injil yang menyelamatkan manusia berdosa. Sebab apa yang dipandang bodoh bagi dunia, dipilih untuk memuliakan Allah.

STUDI PRIBADI : Bagaimana Anda menjelaskan Injil kepada mereka yang meragukan dan tidak percaya kepada Injil yang menyelamatkan?

Pokok Doa : Berdoalah agar setiap orang percaya diberikan keberanian dan hikmat untuk memberitakan Injil, kepada siapapun dan dimanapun. Kiranya Tuhan memberikan kemurahan-Nya bagi mereka yang belum percaya. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *