Pembaharuan Budi

Rabu, 26 Agustus 2020

Bacaan hari ini: Roma 12:1-8 | Bacaan setahun: Mazmur 62-64, Yudas



“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Dunia kita hari ini dipenuhi dengan cara pandang yang tidak sesuai dengan Alkitab. Kita menilai keberhasilan dari kekayaan. Kita menilai kesuksesan dari kepemilikan dan kemewahan. Ini adalah sumbangsih dari konsep materialisme yang sudah meresapi cara pandang manusia, termasuk orang Kristen. Banyak orang Kristen menilai kebahagiaan dari uang dan kekayaan. Orang-orang, bisa jadi termasuk kita, memiliki pandangan demikian, dan tanpa kita sadari kita juga telah mengadopsi cara berpikir dunia dalam hidup kita ini. Lebih celaka, kita juga tidak terbiasa membaca buku-buku rohani, bahkan Alkitab, yang dapat menuntun kita kepada pemahaman akan kebenaran. Kita berpikir dengan cara duniawi, bila kita tidak mengisi akal budi kita dengan hal-hal yang ilahi.

Paulus dalam Roma 12:2 berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Pembaharuan diri dimulai dari pikiran kita. Jika kita tidak mau mengisi pikiran kita dengan kebenaran dan mengerti kehendak Allah, maka kita akan hidup serupa dengan dunia ini. Saya yakin, kita semua rindu untuk hidup sesuai kehendak Allah, tetapi jika kita tidak mau memperbaharui akal budi kita dengan kebenaran, maka semua keinginan tersebut kosong adanya dan tidak mungkin dapat terjadi. Paulus berkata, apabila kita memiliki akal budi yang sudah dibaharui oleh kebenaran, maka kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik dan berkenan pada Allah serta hidup di dalamnya.

Apakah kita sering bingung akan kehendak Allah dan hidup sama dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan? Ini waktunya bagi kita mengambil Alkitab dan membacanya. Ini waktunya membeli, mengambil buku-buku rohani yang ada di rumah kita untuk kita baca. Dengan tuntunan Roh Kudus, kita akan dibaharui, mulai dari akal budi kita, kepada kehidupan yang berkenan dan berhikmat bagi kemuliaan Tuhan.

STUDI PRIBADI :
(1) Bagaimana kecintaan kita membaca Alkitab? Mari membaca dengan lebih tekun untuk pembaharuan budi.
(2) Cobalah mengambil komitmen membaca 1 buku rohani. Tidak harus tebal, tapi pilihlah buku dengan topik yang Anda minati.

Pokok Doa : Berdoalah agar hidup Anda dan anggota keluarga Anda boleh tidak menyerupai dunia, tetapi menyerupai Kristus hari demi hari, semakin memuliakan nama-Nya.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *