Hidup Oleh Kemurahan Allah

Selasa, 25 Agustus 2020

Bacaan hari ini: Roma 11:25-36 | Bacaan setahun: Mazmur 59-61, 3 Yohanes



“Sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.” (Roma 11:30-31)

Banyak orang mengira bahwa hidup mereka ditopang oleh kekayaan yang mereka miliki. Banyak orang mengira bahwa hidup mereka dijaga oleh prestasi yang mereka telah capai. Tetapi kita tahu bahwa hanya oleh kemurahan Tuhan lah, kita bisa hidup sampai hari ini. Bahkan, nafas yang kita hirup setiap hari adalah pemberian oleh kemurahan Tuhan. Yakobus 4:14 berkata bahwa tidak seorang pun “…tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Hidup kita hanya bersandar kepada kemurahan Tuhan.

Sama halnya ketika kita berbicara mengenai keselamatan, bahwa kita dibenarkan bukan oleh kelayakan dan kebaikan kita, tetapi oleh kemurahan Tuhan. Paulus berkata dalam perikop yang kita baca hari ini, ayat 30-31, “Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.” Di dalam ayat ini tertulis bahwa kita semua tidak taat kepada Allah. Dan kita beroleh keselamatan hanya karena kemurahan Allah. Tuhan memberikan kemurahan-Nya agar kita, umat-Nya, boleh menyaksikan kemurahan Tuhan kepada orang-orang lain yang belum mengenal Dia. Injil yang kita terima oleh kemurahan Tuhan adalah Injil yang harus kita saksikan kepada mereka yang belum mengenal Allah. Agar ternyatalah segala kekayaan, hikmat, pengetahuan dan kemurahan Allah melalui hidup kita.

Adakah kita seringkali menyombongkan diri? Kita hidup bukan karena segala kepemilikan, kekayaan ataupun prestasi kita. Tetapi kita hidup oleh karena kemurahan Tuhan. Kita mendapatkan anugerah keselamatan dari pengorbanan Yesus Kristus. Patutlah kita sungguh bersandar pada-Nya dan menceritakan kemurahan Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita yang belum mengenal Dia.

STUDI PRIBADI :
(1) Apakah yang menjadi sandaran hidup kita? Sudahkah kita bersandar hanya pada Tuhan?
(2) Kapan terakhir kali kita menceritakan Injil? Ambillah waktu dalam minggu ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan kepada sesama kita.

Pokok Doa : Berdoa bagi pekerjaan misi di seluruh dunia, agar lebih banyak orang boleh mengenal Tuhan dan percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *