Siapa Yang Terbesar

Rabu, 04 Maret 2020

Bacaan hari ini: Lukas 9:46-62 | Bacaan setahun: Bilangan 25-26, Lukas 19



“Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Lukas 9:48)

Para menteri yang dipilih oleh presiden adalah orang-orang yang berpotensi tinggi dan mempunyai kemampuan berkarya yang luar biasa di masyarakat; walaupun pendapatan mereka tidak sebesar yang diperoleh dari posisi mereka dahulu, namun mereka mempunyai dedikasi meninggalkan semua dan mau menjadi abdi negara dan rakyat. Suatu kebanggaan tersendiri bagi orang-orang ini karena mendapatkan kehormatan dan kepercayaan dari presiden.

Setelah Tuhan Yesus melepaskan roh yang menguasai seorang anak, para murid kemudian meributkan tentang posisi siapa yang terbesar di antara mereka, para murid mengejar kehormatan dan kemuliaan. Di dalam catatan Injil Matius dan Lukas ini berkaitan dengan anggapan para murid bahwa Tuhan Yesus akan menjadi pemimpin besar yang sedang membangun Kerajaan-Nya di muka bumi ini. Itu sebabnya para murid mempersoalkan siapa yang terbesar di antara diri mereka. Di dalam Injil Lukas ini dijelaskan bahwa Tuhan Yesus mengetahui motivasi hati mereka, Ia tidak langsung menegur, tapi menunjuk kepada seorang anak kecil dan berkata: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (Lukas 9:48).

Dari bagian ini kita belajar bahwa tidak ada yang terbesar di antara para murid. Sebaliknya yang terbesar itu adalah Yesus, namun DIA rela merendahkan diri-Nya, seperti anak kecil yang tidak menyombongkan diri. Yesus menantang para murid untuk rela menjadi yang terkecil. Jikalau terus berebut menjadi yang terbesar, mereka bukanlah murid Yesus yang sejati. Seberapa besar perhatian kita terhadap orang lain, itu akan menjadi tolok ukur kedudukan kita di mata Tuhan; jadilah orang yang selalu rendah hati dan biar Tuhan yang meninggikan kita.

STUDI PRIBADI :
(1) Siapakah yang terbesar di dalam hidup kita?
(2) Mengapa permintaan Tuhan Yesus kepada para murid harus menjadi seperti seorang anak kecil?

Pokok Doa : Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar mereka terus mengutamakan Tuhan di dalam kehidupan mereka. Jemaat Tuhan juga belajar dan rendah hati dan menjadi penolong bagi sesamanya. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *