Me Time With God

Minggu, 16 Februari 2020

Bacaan hari ini: Lukas 4:38-44 | Bacaan setahun: Imamat 21-22, Lukas 3



“Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.” (Lukas 4:42, ITB)

Setelah peristiwa kesembuhan mertua Petrus yang dengan segera tersebar luas di antara para tetangga dan orang-orang di sekitar Kapernaum, maka berbondong-bondonglah orang datang kepada Yesus meminta pertolongan hingga malam. Tidak dicatatkan sampai jam berapa Yesus melayani, namun pelayanan yang Yesus lakukan malam itu memberi kesan tersendiri kepada orang-orang Kapernaum sehingga ketika pada keesokan harinya mereka tidak menemukan Yesus di rumah mertua Petrus, hebohlah mereka mencari sampai menemukan-Nya. Pertanyaan pentingnya adalah mengapa Yesus harus mengambil waktu menyendiri di tempat sunyi? Berikutnya, ketika orang banyak meminta Dia untuk tinggal lebih lama, mengapa Dia menolak? Untuk pertanyaan kedua jawabannya ada pada ayat, “Tetapi Ia berkata kepada mereka: Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus. Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea” (Luk. 4:43-44, ITB); bahwa tujuan utama Yesus bukan hanya menyembuhkan sakit fisik dan mengusir setan, namun memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Untuk pertanyaan yang pertama, Lukas menjelaskan bahwa Yesus mengambil waktu pribadi dengan Bapa-Nya, menyendiri di kesunyian dan jauh dari keriuhan dan kesibukan untuk berdoa. Agaknya pelayanan yang dilakukan Yesus sepanjang malam itu menjadikan-Nya cukup lelah sehingga Yesus perlu mengambil waktu untuk menyendiri. Di sinilah terlihat bagaimana sisi kemanusiaan Yesus, di tengah kesibukan dan padatnya jadwal pelayanan-Nya, secara alami Ia dapat merasa lelah secara fisik dan rohani, energi-Nya pun terkuras karena melakukan pelayanan sepanjang waktu. Waktu pribadi diperlukan untuk menyegarkan kembali dan bahkan mengevaluasi diri, melihat kembali langkah yang sudah dilewati sekaligus menentukan apa yang akan dilakukan untuk berikutnya. Waktu pribadi mengingatkan bahwa setiap orang adalah manusia yang lemah, yang perlu waktu pribadi.

STUDI PRIBADI :
(1) Seberapa sering Anda menyisihkan waktu pribadi bersama Tuhan, bukan sekadar menyisakan? Apa yang Anda rasakan setelahnya?
(2) Bagaimana Anda mengembangkan waktu pribadi untuk Tuhan dan diri sendiri ?

Pokok Doa : Berdoalah bagi setiap jemaat Tuhan agar dapat menggunakan waktu dengan hikmat dan bijaksana untuk melakukan apa yang benar dan sesuai kehendak Tuhan.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *