Menolak Yesus

Sabtu, 15 Februari 2020

Bacaan hari ini: Lukas 4:16-37 | Bacaan setahun: Imamat 19-20, Lukas 2



“Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.” (Lukas 4:29)

Sungguh suatu ironi, ketika Yesus melayani di Kapernaum banyak orang yang takjub. Namun ketika Yesus melayani di Nazaret, tempat Ia dibesarkan justru Yesus tidak diterima.

Pada hari Sabat, di Nazaret, Yesus masuk ke sinagoge dan membaca firman dari kitab Yesaya 61:1-2. Kemudian Yesus menjelaskan bahwa diri-Nya yang telah diurapi untuk menyampaikan kabar baik dan rahmat kepada orang-orang tawanan, tertindas, buta secara rohani. Awalnya semua orang yang ada di sinagoge meresponi positif dengan membenarkan Yesus (NIV, all spoke well of him = berbicara baik tentang Dia), mereka juga menjadi heran (takjub) mendengar perkataan yang indah (literal: kata-kata kasih karunia) yang Yesus ucapkan. Namun, mengapa akhirnya mereka menolak Yesus dengan sangat keras?

(1). Mereka memandang rendah Yesus karena mereka mengenal-Nya sebagai anak Yusuf, si tukang kayu. Mereka beranggapan Yesus berasal dari keluarga sederhana, bukan keluarga terpandang dan berpendidikan tinggi sehingga mereka mempertanyakan dari mana Yesus memperoleh semua itu? (Matius 13:55-57).

(2). Mereka merasa ditempelak ketika Yesus menegur dengan berkata, “tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.”

(3). Ketika Yesus mengatakan bahwa Tuhan memilih orang kafir untuk disembuhkan dan bukan orang Israel, mereka ingin Yesus membuktikan bahwa jika memang Ia mengklaim diri-Nya adalah Mesias, maka buatlah mukjzat di hadapan mereka, di kota-Nya sendiri. Tapi Yesus tidak lakukan karena kedegilan hati mereka.

Pernahkah kita menolak Yesus? Mungkin kita pernah meragukan bahwa Yesus adalah Juruselamat. Mungkin kita malas mendengarkan firman Tuhan karena melihat kepada sang pembawa berita yang menurut kita “kurang pantas”. Mungkin kita hanya suka dengan firman Tuhan yang menyenangkan dan sesuai pikiran kita, tapi ketika firman Tuhan menegur, kita marah. Di situlah sebenarnya kita telah menolak Yesus, dan akibatnya kita tidak akan menikmati berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita.

STUDI PRIBADI :
(1) Mengapa orang-orang pada masa kini menolak Tuhan Yesus ?
(2) Apa akibatnya jika kita menolak Tuhan Yesus ?

Pokok Doa : Doakanlah orang-orang yang Anda kenal, yang sampai saat ini ragu-ragu menerima Yesus sebagai Juruselamat, ataupun orang-orang yang masih menolak kebenaran firman Tuhan.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *