Pemimpin Mempunyai Peran Penting

Kamis, 25 Juli 2019

Bacaan hari ini: Yehezkiel 11 | Bacaan setahun: Ayub 23-25, Ibrani 2

 

“Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, inilah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan menaburkan nasihat jahat di kota ini.” (Yehezkiel 11:2)

Kondisi spiritual orang-orang Yehuda yang masih tinggal di Yerusalem semakin hancur dan menjauh dari Tuhan. Salah satu sebabnya adalah para pemimpin yang mengabarkan nasihat yang jahat, yang tidak sesuai kehendak Tuhan, dan yang merancang hal jahat demi kepentingan diri mereka sendiri. Pemimpin mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Tuhan, maka celaka sekali jika mereka adalah orang-orang yang justru hidupnya menjauh dari Tuhan dan hidup dalam rancangan kejahatan.

Dua dari antara pemimpin itu adalah Yaazanya dan Pelaca, yang mengabarkan bahwa umat Yehuda yang masih tinggal di Yerusalem akan baik-baik saja. Memang Yerusalem sempat diserang Babel yang berhasil menawan raja Yoyakhin dan beberapa pembesar. Tetapi mereka mengatakan bahwa situasi yang menghancurkan ini akan berubah menjadi baik, buktinya adalah mereka berhasil membangun kembali rumah-rumah mereka. Kehidupan mereka nampaknya menuju ke keadaan yang mulai membaik. Nasihat mereka justru kebalikan dengan yang Tuhan kehendaki dan malah menyesatkan rakyat. Umat Yehuda bukannya berbalik kepada Tuhan, malahan hidup dalam kemauannya sendiri dan merasa diri baik-baik saja. Seharusnya mereka membutuhkan pertobatan sejati.

Apa yang dinyatakan pada firman Tuhan ini menjadi peringatan buat kita semua saat ini bahwa betapa pentingnya peran pemimpin rohani di tengah kehidupan umat Tuhan. Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh pemimpin akan sangat mempengaruhi kehidupan mereka yang dipimpinnya. Tanggung jawab seorang pemimpin rohani begitu besarnya, karena Tuhan menyerahkan umat-Nya kepadanya. Maka dari itu, seorang pemimpin rohani harus mempunyai kehidupan rohani yang dekat dengan Tuhan sehingga mereka tahu bagaimana harus memimpin umat Tuhan. Umat Tuhan bukan milik mereka, tetapi dipercayakan kepada mereka untuk dipimpin di jalan Tuhan. Celaka sekali jika umat Tuhan justru dipimpin makin menjauh dari Tuhan, seperti yang terjadi dalam kehidupan orang-orang Yehuda ini.

STUDI PRIBADI: Dalam bagian ini, mengapa para pemimpin Yehuda ditegur Tuhan?

Pokok Doa : Berdoalah bagi para pemimpin Gereja kita, para hamba Tuhan dan majelis, agar kehidupan rohani mereka tetap di dalam Tuhan mengerti dan mengerjakan dengan benar panggilan Tuhan atas diri mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *