Firman TUHAN Pasti Digenapi

Jumat, 26 Juli 2019

Bacaan hari ini: Yehezkiel 12 Bacaan setahun: Ayub 26-28, Ibrani 3

 

“Oleh karena itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak satupun dari firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yehezkiel 12:28)

Pada bagian ini, Tuhan meminta nabi Yehezkiel untuk mengabarkan firman Tuhan melalui mempraktikkannya melalui kehidupannya. Apa yang harus dipraktikkan oleh Yehezkiel ? Dia harus mempraktikkan kehidupan seorang yang dibuang keluar dari negaranya, dan ini harus dilakukannya pada siang hari dan malam hari. Apa yang dilakukan oleh Yehezkiel ini tentunya menarik perhatian orang-orang Israel pada waktu itu, sehingga mereka menanyakan artinya. Yehezkiel menjelaskan bahwa beginilah nanti yang terjadi dengan orang-orang yang ada di Yerusalem, mereka akan dibuang keluar dari tanah mereka untuk menjadi tawanan Babel, baik dari raja sampai rakyat biasa, tidak ada yang terkecuali. Situasi dan kondisi sekitar mereka akan begitu mencekam, sehingga setiap orang akan makan dengan gemetar dan minum dengan menggigil serta hidup dalam kecemasan hari demi hari.

Tetapi apa yang dilakukan oleh Yehezkiel dan penyataan yang dijelaskannya kepada umat Tuhan ini tidak dianggap serius oleh mereka. Malahan umat Tuhan menganggap sepi firman Tuhan ini. “Sudah lama berselang, tetapi satu penglihatanpun tidak ada yang jadi,” begitu kata mereka menghina peringatan Tuhan. Mereka percaya bahwa kabar yang dibawa Yehezkiel baik melalui perkataan dan tingkah lakunya hanyalah pepesan kosong belaka, untuk menakut-nakuti. Nyatanya Tuhan menekankan kembali kepastian firman-Nya, “Tidak satupun dari firman-Ku akan ditunda-tunda.” Apa yang difirmankan Allah, pasti akan terjadi dengan tidak berlarut-larut.

Bagaimana dengan kita yang hidup pada masa kini, apakah kita memegang teguh firman Tuhan? Bagaimanakah sikap kita terhadap firman Tuhan? Apakah kita serius dengan firman Tuhan, di dalam membacanya, mendengarkannya dan melakukannya? Ataukah kita seperti bangsa Israel yang menganggap sepi firman Tuhan. Firman Tuhan kita sesuaikan dengan selera kita; kalau menyenangkan kita maka kita dengarkan, tetapi kalau sebaliknya maka kita abaikan dan anggap angin lalu. Kiranya kita serius dengan firman-Nya karena tidak ada yang tidak akan Tuhan genapi.

STUDI PRIBADI : Apa artinya peragaan yang Yehezkiel lakukan di depan orang Israel saat itu ?

Pokok Doa : Berdoa bagi umat Tuhan agar mempunyai sikap hati yang serius dengan firman Tuhan, yang diwujudkan melalui keseriusan dalam membaca, mendengar, dan rindu untuk melakukan firman Tuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *