Alasan Paulus

Sabtu, 14 Oktober 2023

“Aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu.” (Roma 15:24)


Bacaan hari ini: Roma 15:22-30 | Bacaan setahun: Roma 15-16

Pernahkah Anda sibuk, sehingga ada pekerjaan yang harus ditunda walau ingin sekali menyelesaikannya? Begitulah kira-kira keadaan rasul Paulus, ketika ia rindu berjumpa dengan jemaat di kota Roma. Ada beberapa alasan Paulus rindu berjumpa dengan jemaat di Roma, tetapi ia belum dapat segera mewujudkannya.

Pertama, karena Injil perlu diberitakan ke tempat-tempat yang penduduknya belum mengenal nama Kristus. Inilah prinsip pelayanannya. Paulus berkata: “Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya” (ay. 20-21). Hal inilah yang membuat Paulus selalu terhalang untuk mengunjungi jemaat Tuhan di Roma. Perhatikanlah ayat 22, “Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu.” Kedua, karena ada kebutuhan mendesak menyampaikan bantuan dari jemaat Makedonia dan Akaya kepada jemaat di Yerusalem yang sedang membutuhkan. Nampaknya Paulus tidak ingin menunda kebutuhan ini, karena ini sangat mendesak dan penting bagi jemaat di Yerusalem. Paulus hanya memohon doa dari jemaat di Roma bagi dirinya agar dijauhkan dari orang-orang tidak taat di Yudea dan disambut baik oleh orang-orang kudus di Yerusalem. Dengan demikian ia tidak perlu menghabiskan banyak waktu di sana. Setelah semuanya itu selesai, Paulus akan pergi ke Spanyol dan di tengah perjalanan itu, ia akan singgah terlebih dulu ke Roma untuk menggenapkan kerinduannya, yaitu bertemu dengan jemaat Roma (ay. 24).

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari sikap Paulus ini? Paulus tidak sembarangan melayani dan tidak melayani di daerah yang sudah kenal Kristus. Ia melakukan apa yang penting dan mendesak untuk dikerjakan, walaupun kerinduan atau keinginannya harus tertunda.

STUDI PRIBADI: Apakah Paulus itu mementingkan diri sendiri, sehingga ia harus menunda keinginannya berjumpa jemaat di Roma? Mengapa? Apa yang kita pelajari dari Paulus?

Pokok Doa: Berdoa bagi para hamba Tuhan baik yang melayani pastoral di gereja maupun ladang misi, agar mereka dapat meneladani nilai-nilai yang baik dari sikap Paulus melayani.

×

Roma 15 : 20-21

20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain,

21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

×

Roma 15 : 22

22 Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu.

×

Roma 15 : 24

24 aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *