Pembenaran Abraham

Sabtu, 7 Oktober 2023

“Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua...” (4:16)


Bacaan hari ini: Roma 4:1-25 | Bacaan setahun: Roma 4

Bagian ini muncul sebagai respons terhadap polemik yang terjadi dalam jemaat di Roma. Jemaat di sana terdiri dari orang Yahudi yang sangat menekankan sunat sebagai ketentuan hukum Taurat untuk syarat pembenaran, dan orang non Yahudi yang tidak mengenal hukum Taurat. Paulus menulis surat ini untuk membuka wawasan mereka, bahwa sesungguhnya pembenaran itu didasarkan pada iman dan bukan pada melakukan ketentuan hukum taurat. Paulus memberikan argumen dengan memberikan contoh Abraham, bapa lelulur mereka. Paulus mengutip yang tertulis dalam Kejadian 15:6, “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (ay. 3).

Abraham dibenarkan bukan karena ia melakukan ketentuan hukum Taurat (sunat), karena perkataan itu ditujukan kepada Abraham justru pada saat ia belum disunat. Sunat yang diterimanya kemudian menjadi meterai kebenaran yang didasarkan pada iman yang ditunjukkannya. Paulus ingin mengatakan: kita dibenarkan semata-mata karena kasih karunia, bukan karena kemampuan kita memenuhi tuntutan hukum Taurat sehingga kita merasa berhak mendapatkannya. Abraham dibenarkan karena ia percaya pada Tuhan bahkan di tengah ketidakmengertiannya dan Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Ditegaskan, “sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya” (ay. 18). Abraham tidak meletakkan imannya pada apa yang tampak di depan mata, melainkan pada Dia, Allah yang memanggil dan menjanjikannya.

Dalam pergumulan, ketika kita tidak mampu melihat jalan di depan, ke manakah kita akan menaruh iman kita? Pada situasi sekeliling atau seperti Abraham, yaitu pada Allah yang berkuasa melaksanakan janji-Nya? Paulus mengingatkan jemaat di Roma dan kita: memang kita tidak melihat Yesus yang telah bangkit dan menang itu, tetapi kita yang percaya kepada-Nya, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita, maka pembenaran telah diperhitungkan Allah atas kita. Oleh karena itu, bila Allah ada di pihak kita, siapakah yang dapat melawan?

STUDI PRIBADI: Mengapa Daud menyebut: berbahagialah orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya (ay. 6)? Bagaimana kita mengaplikasikan dalam iman?

Pokok Doa: Marilah kita berdoa agar jemaat mensyukuri keselamatan yang telah dikaruniakan Allah dan mengerjakan keselamatan itu dengan hati yang takut dan gentar di hadapan-Nya.

×

Kejadian 15 : 6

6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

×

Roma 4 : 3

3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."

×

Roma 4 : 18

18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

×

Roma 4 : 6

6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *