Perginya Kemuliaan Allah

Minggu, 14 Mei 2023

“Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci...” (Yehezkiel 10:18a)


Bacaan hari ini: Yehezkiel 10:1-22 | Bacaan setahun: Yehezkiel 10-11

Satu kejadian dalam masyarakat yang menarik perhatian ialah berita beberapa SPBU yang terbakar. Padahal tanda-tanda penting sudah dipasang supaya diperhatikan, misalnya dilarang merokok. Tanda ini diberikan supaya kita waspada dan terhindar dari kerusakan/malapetaka.

Tabut Perjanjian adalah lambang kehadiran TUHAN di tengah-tengah umat-NYA. Kehadiran Tabut Perjanjian memberi kemenangan pada Israel dalam peperangan melawan musuh-musuh. Tapi ketika umat-NYA berbuat dosa, maka TUHAN menghukum umat-NYA dan Tabut Perjanjian direbut oleh pihak musuh sehingga “Telah lenyap kemuliaan atas Israel” (1 Sam.4). Itulah penglihatan Yehezkiel, bahwa kemuliaan Allah akan meninggalkan Bait Suci. TUHAN berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu (ay. 2): “Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhi rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.” Bara api yang tersebar di seluruh kota adalah tanda hukuman dan kebinasaan Yerusalem. Bencana yang dahsyat akan ditimbulkan oleh api dan pedang, ada perintah untuk membunuh penduduk Yerusalem yang tidak setia kepada mereka yang tidak mau mengenal Allah dan hidup takut akan DIA. Dengan demikian api pendamian atas dosa, telah dicemari oleh perbuatan-perbuatan keji Israel, maka TUHAN menggantinya dengan api penghakiman atas dosa yang mereka telah perbuat.

Keadilan Allah adalah benteng yang kuat bagi kehidupan umat-Nya. Sebab itu janganlah kita menganggap remeh keselamatan yang telah kita terima dengan tinggal hidup dalam dosa tetapi datanglah mencari hadirat- NYA maka TUHAN adalah setia dan adil; TUHAN akan membenarkan dan menyucikan kita. Sebab ketika kemuliaan Allah berlalu dari kita maka akan datang penghukuman yang dahsyat dalam kehidupan kita. Sadarlah dan bertobatlah selama kesempatan masih diberikan bagi kita; bertobatlah selama kasih setia-NYA dan panjang sabar-NYA masih diberikan sebab pada saat-NYA, murka-NYA yang menyala-nyala segera menimpa atas umat-NYA yang tidak bertobat.

STUDI PRIBADI: Perintah Tuhan apa saja yang sering kita langgar? Mengapa kita tidak rela untuk menaati perintah Allah yang menuntun kita pada kehidupan yang diperkenan-Nya?

×

1 Samuel 4

1 Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel.

Tabut TUHAN dirampas

(4-1b) Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.

2 Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.

3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."

4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.

5 Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar.

6 Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu,

7 ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu," dan mereka berkata: "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu.

8 Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.

9 Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"

10 Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki.

11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.

12 Seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran dan pada hari itu juga ia sampai ke Silo dengan pakaian terkoyak-koyak dan dengan tanah di kepalanya.

13 Ketika ia sampai, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan menunggu-nunggu, sebab hatinya berdebar-debar karena tabut Allah itu. Ketika orang itu masuk ke kota dan menceritakan kabar itu, berteriaklah seluruh kota itu.

14 Ketika Eli mendengar bunyi teriakan itu, bertanyalah ia: "Keributan apakah itu?" Lalu bersegeralah orang itu mendapatkan Eli dan memberitahukannya kepadanya.

15 Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.

16 Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?"

17 Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."

18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

19 Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.

20 Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: "Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.

21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel" --karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.

22 Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas."

×

Yehezkiel 10 : 2

2 Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: "Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu." Lalu aku melihat dia masuk.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *