Pendahulu Yesus

Selasa, 21 Desember 2021

Bacaan hari ini: Maleakhi 4:5-6, Lukas 1:17 | Bacaan setahun: Mikha 4-5



“…dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia.” (Lukas 1:17a, TB)

“Jas Merah” adalah akronim terkenal dari pidato terakhir Presiden Soekarno, yang disampaikan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun 1966. Arti jas merah adalah, “JAngan Sekali-kali MEninggalkan sejaRAH.” Melalui akronim ini, beliau hendak mengingatkan bahwa negeri ini berdiri di atas keberanian, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan. Melalui jasa para perintis kemerdekaan lah, kini Bangsa Indonesia telah tujuh puluh enam tahun merdeka.

Yesaya 40:3 dengan jelas menubuatkan bahwa kedatangan Mesias akan didahului seorang perintis, seseorang yang mempersiapkan jalan bagi Mesias. Para penulis Perjanjian Baru mencatat bahwa nubuatan ini sebenarnya berbicara mengenai Yohanes Pembaptis (Mat. 3:3; Mrk 1:3; Luk. 1:17b; 3:4; Yoh. 1:23). Menariknya, dalam bacaan hari ini, perintis ini dikaruniai roh dan kuasa seperti Elia, yang akan membawa perdamaian bagi keluarga (hati bapa-bapa yang berbalik kepada anak-anaknya, dan sebaliknya), guna mempersiapkan sebuah umat yang layak bagi Tuhan.

Seperti Elia, Yohanes Pembaptis berani menyampaikan kebenaran, penghakiman dan penghukuman, serta ketidak-adilan yang sedang terjadi. Kisah Ahab dan Izebel, serta Herodes dan Herodias, adalah pembanding yang tepat tentang sepak terjang mereka berdua. Elia berani berkonfrontasi langsung dengan Ahab dan Izebel (1Raj. 18-21). Di sisi lain, Yohanes Pembaptis, tanpa tedeng aling-aling, menegur Herodes karena mengambil Herodias, istri saudaranya, Filipus (Mat. 14:3-4; Mrk. 6:17-18; Luk. 3:19-20), meski karena itu, Yohanes harus kehilangan kepalanya.

Satu pelajaran berharga dapat kita petik dan teladani dari kisah sang Perintis ini, yakni teladan iman agar orang percaya memiliki keberanian menyatakan kebenaran ketika melihat ketidak-adilan. Selain itu, Rasul Yohanes juga mencatat teladan kerendahan hati Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 3:30 (AVB), “Memang sewajarnya Dia semakin utama dan aku semakin kecil.” Yohanes Pembaptis menyadari bahwa dirinya hanya seorang pendahulu, perintis bagi Sang Mesias.

STUDI PRIBADI: Pelajari lebih mendalam tentang Yohanes Pembaptis, misalnya dalam Yohanes 1:6-8,15,19-34; 3:22-36 dll., ataupun dalam catatan Injil sinoptik.

Pokok Doa: Berdoalah agar orang percaya dapat hidup dalam kebenaran dan memiliki kerendahan hati seperti Yohanes Pembaptis. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *