Kisah Abraham (2)

Minggu, 5 Desember 2021

Bacaan hari ini: Kejadian 22:9-14, Yohanes 3:16 | Bacaan setahun: Daniel 1-3



“Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 22:2)

Hal apapun – baik barang maupun orang – ketika dinilai berkualitas, tentu telah melewati uji kualitas, baik secara proses waktu maupun tekanan dari berbagai situasi dan keadaan. Demikian juga iman dan kehidupan Abraham dalam Allah. Allah hadir dalam hidup Abraham dengan ujian yang “tidak masuk akal”, bahkan tidak klop dengan iman, kebenaran, moralitas yang selama ini ia pegang: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, persembahkan dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu” (Kej. 22:2). Meskipun terdengar janggal dan tidak masuk akal, Abraham tetap taat. Bagaimana bisa?

Ada 4 hal mendasar fondasi iman Abraham: 1) Pengenalan Abraham akan Allah secara personal yang kuat dan mendalam; 2) Kepercayaan Abraham akan Kemahakuasaan Allah, khususnya membangkitkan Ishak dari kematian; 3) Kepercayaan Abraham akan karakter dan kesetiaan Allah sebagai Pribadi yang telah berinisiatif mengikat perjanjian, mengulangi perjanjian, dan yang telah menggenapinya, yang pasti akan terus setia kepada perjanjian-Nya, bahwa Ishaklah yang akan menjadi ahli warisnya; 4) Kepercayaan Abraham akan pemeliharaan Allah dalam segala hal; termasuk anak domba untuk korban bakaran (ay. 8). Melalui iman dan ketaatan Abraham ini, Allah menubuatkan rencana-Nya yang kekal dan mulia, bahwa suatu saat nanti Ia juga akan melakukan hal yang sama, yaitu menyerahkan Anak Tunggal yang dikasihi-Nya, Yesus Kristus, menjadi korban penebus dosa untuk tujuan menyediakan jalan keselamatan, pengampunan dosa dan hidup yang kekal bagi orang yang percaya.

Berefleksi dari kisah ini, di dalam segala ujian iman dan pergumulan, sebagai umat Tuhan marilah kita terus hidup taat dan setia dalam iman dan pengharapan. Teruslah percaya pada firman dan ingat perkataan Paulus, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tapi menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Rm. 8:32).

STUDI PRIBADI: Menurut Anda, adakah hal lain yang masih bisa kita lihat tentang Kristus melalui peristiwa Abraham mempersembahkan Ishak?

Pokok Doa: Berdoalah agar iman orang percaya tetap bertumbuh dalam masa-masa yang sukar. Di tengah kesulitan hidup, mereka tetap dekat dan mencintai Tuhan. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *