Menghadapi Penderitaan

Jumat, 28 Mei 2021

Bacaan hari ini: Wahyu 11:14-19 | Bacaan setahun: 2 Raja-Raja 17-18, 1 Korintus 15



“Sambil berkata: Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja.” (Wahyu 11:17)

Dalam pendidikan anak usia dini, hal penting yang harus diperhatikan selain pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan adalah tentang perkembangan emosi dan psikis anak. Banyak orang tua mengalami kesulitan dalam membimbing anak-anak, karena banyak waktu dan tenaga yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan serta tanggung jawab dalam keluarga. Meski demikian, banyak orang tua rela melakukan hal itu dan bahkan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Hal ini semacam reward atas semua kesulitan yang dihadapi. Hal yang sama juga tertulis dalam Wahyu 11:14-19, tentang reward bagi saksi-saksi Allah yang tetap setia dalam penderitaan mereka.

Bagian firman ini merupakan penglihatan Yohanes tentang malaikat yang membawa sebuah gulungan yang sudah dibuka oleh anak Domba; Yohanes diminta untuk memakannya dan memberitakannya bagi seluruh bangsa. Gulungan ini berisi dua penggambaran simbolik, yakni: pertama, Yohanes diberikan sebuah tongkat pengukur untuk mengukur bait suci, ini melambangkan kepada perlindungan Allah (bdk. Zak. 2); Kedua, tentang adanya dua saksi yang adalah kaki dian ‘lampstand’, yang jelas berbicara tentang gereja-gereja. Setelah saksi ini bersaksi, mereka akan diperangi oleh binatang yang keluar dari jurang maut. Ini merujuk kepada sesama manusia, jelasnya adalah kekaisaran romawi, dan mereka akan dibunuh. Kemudian, Allah membangkitkan dan membenarkan mereka. Dampaknya, banyak bangsa-bangsa bertobat dan memuliakan Allah. Sebuah pesan kuat dibawakan gulungan ini adalah: menghadapi musuh dengan kasih dan pengorbanan seperti anak Domba Allah merupakan hal yang Allah ingini bagi saksi-saksi-Nya, sebuah janji bagi yang setia, yakni kebangkitan dan kemuliaan di hadapan musuh-musuh mereka, dan membawa pertobatan yang akan bersama membawa kemuliaan Allah.

Penderitaan hidup di dunia tentu banyak, namun hal ini juga dapat kita lihat sebagai sebuah kesempatan untuk memuliakan Allah dengan tetap setia dan mengasihi musuh-musuh kita. Mari, muliakanlah Allah kita.

STUDI PRIBADI : Menjadi saksi Kristus di dunia tidak mudah, banyak penderitaan maupun pengorbanan bisa kita alami, namun pada akhirnya akan ada kemuliaan Allah.

Pokok Doa : Berdoa untuk kita dan saudara-saudara seiman kita agar dapat melakukan kasih Allah yang besar di dalam dunia ini, sehingga kita menjadi saksi-saksi-Nya yang baik. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *