Menderita Karena Kebenaran

Sabtu, 20 Maret 2021

Bacaan hari ini: 1 Petrus 3:13-22 | Bacaan setahun: Ulangan 21-22, Yohanes 11



“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.” (1 Petrus 3:14)

Apakah saat kita percaya kepada Yesus, kita berpikir dan berharap bahwa hidup kita akan “bahagia dalam arti tidak akan mengalami penderitaan?” Petrus mengungkapkan bahwa penderitaan yang dialami manusia bisa disebabkan karena dirinya berbuat jahat, namun bisa juga orang menderita karena berbuat baik (ay. 17). Petrus menyampaikan hal ini karena konteks para pembaca surat Petrus ini adalah orang-orang percaya yang mengalami berbagai macam perlakuan tidak baik, seperti difitnah (ay. 16, 2:15), dinista (4:14), mendapat perlakuan jahat (3:9). Untuk itulah Petrus menguatkan mereka dengan memberikan nasihat bagaimana menghadapi penderitaan karena kebenaran.

(1). Janganlah gentar (ay. 14). Mengapa? Karena orang yang diizinkan Tuhan menderita oleh sebab kebenaran justru akan berbahagia (diberkati). (2). Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan (ay. 15a). Frase “Kuduskanlah Kristus” di sini mengandung makna “hormat dan takut kepada Kristus sebagai Tuhan.” Berarti kita mengakui Kristus yang pegang kendali, yang berdaulat dalam setiap aspek hidup kita termasuk saat kita diizinkan mengalami penderitaan. (3). Siap sedia memberi pertanggungan jawab (ay. 15b). Kata yang dipakai untuk “memberi pertanggungan jawab” adalah “apologia” yang berarti memberi jawaban yang Alkitabiah dan logis kepada orang yang mempertanyakan maupun yang menyerang ajaran Kristen. Petrus mengingatkan kita semua untuk siap sedia dalam segala waktu. Oleh sebab itu, sangat penting bagi setiap orang percaya untuk terus belajar dengan baik kebenaran firman Tuhan. Kita harus terus hidup menyampaikan kebenaran firman Tuhan dengan lemah lembut, tetap menghormati mereka dan didasari oleh hati nurani yang murni (tulus, tidak munafik, ay. 16).

Mungkin kita sebagai anak Tuhan pernah mengalami situasi yang tidak menyenangkan, diperlakukan tidak baik karena iman kita. Bagaimana kita meresponi dan menghadapi penderitaan itu? Mari kita belajar dari nasihat Petrus.

STUDI PRIBADI : Mengapa Tuhan mengizinkan anak Tuhan menderita karena kebenaran? Mengapa menderita karena kebenaran disebut berbahagia?

Pokok Doa : Berdoalah agar anak Tuhan yang harus mengalami penderitaan karena kebenaran dapat meresponi dan menghadapinya dengan sikap yang benar.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *