Menguasai Keinginan

Sabtu, 27 Februari 2021

Bacaan hari ini: Yakobus 1:12-18 | Bacaan setahun: Bilangan 15-16, Lukas 14



“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” (Yakobus 1:14)

Setiap orang memiliki keinginan; entah itu adalah keingininan untuk memiliki rumah besar, mobil baru, pekerjaan lancar, bisnis sukses, dan lain sebagainya. Pada dasarnya memiliki keinginan semacam ini tidak menjadi persoalan bagi kita. Itu adalah sesuatu yang wajar-wajar saja.

Keinginan menjadi tidak wajar, ketika keinginan itu dikendalikan oleh hawa nafsu, sehingga kita rela mengorbankan banyak hal yang penting, hanya untuk memuaskan keinginan itu. Misalnya, demi karir yang tinggi, kita mengorbankan keluarga; atau demi mencapai suatu kedudukan, kita menghalalkan segala cara; atau demi mendapatkan pengakuan orang lain, kita terjebak piutang dan kredit macet, hanya untuk membeli mobil mewah. Pada akhirnya, semuanya itu berujung pada kesusahan dan menimbulkan berbagai kesulitan dalam hidup. Jika kita sudah terjerat oleh permasalahan semacam ini, itu berarti kita “dicobai oleh keinginan-keinginan kita sendiri.”

Yakobus mengingatkan kita, “berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan!” (ay. 12). Ini artinya, ketika keinginan kita menjeratkan diri kita kepada pencobaan, bertahanlah! Jangan biarkan keinginan Anda dikendalikan oleh hawa nafsu Anda! Banyaknya persoalan yang terjadi dalam hidup kita, bukan karena Tuhan mencobai kita, melainkan karena kita “kalah” melawan pencobaan itu; yaitu pencobaan yang berasal dari keinginan diri kita sendiri.

Marilah setiap kita waspada dengan keinginan kita! Janganlah kita membiarkan diri terjerat olehnya. Percayalah bahwa Allah sanggup memberkati dan memelihara hidup kita. Yakobus mengingatkan bahwa Tuhan selalu memberikan pemberian yang terbaik. Dia tidak mnencobai kita, agar kita jatuh dalam dosa dan penderitaan! Kuncinya adalah kuasai keinginan Anda! Jika Anda tidak menguasainya, berkat Tuhan pun dapat menjadi “pencobaan” bagi Anda! Berkat-Nya seharusnya membuat kita bahagia. Namun karena keinginan kita yang digerakkan oleh hawa nafsu menguasai kita, maka maka berkat Tuhan menjadi sia-sia!

STUDI PRIBADI :
(1) Mengapa keinginan hati kita dapat berubah menjadi pencobaan?
(2) Bagaimana solusinya agar keinginan tidak menjadi sebuah pencobaan bagi kita?

Pokok Doa : Berdoalah kepada Tuhan, agar Ia memberikan penguasaan diri kepada Anda, sehingga tidak terjebak kepada keinginan hawa nafsu yang merugikan hidup anda! 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *