Mengalami Allah Dalam Iman-(1)

Kamis, 11 Februari 2021

Bacaan hari ini: Ibrani 11:8-10 | Bacaan setahun: Imamat 11-12, Markus 14



“Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” (Ibrani 11:8)

Allah memanggil Abraham untuk meninggalkan Haran dan pergi ke Kanaan. Dengan iman Abraham memenuhi panggilan ini. Imannya kepada Allah lah yang memimpin dia untuk taat kepada janji dan panggilan Allah. Abraham pergi tanpa tahu akan masa depannya dan tanpa tahu bagaimana menjalani semua panggilan Allah ini. Iman Abraham yang dituliskan sebagai iman yang percaya meskipun belum melihat ini bukanlah pengharapan imajinatif yang berdasar pada angan-angan atau khayalan belaka. Ini merupakan keyakinan yang kokoh terhadap masa depan yang pasti akan terpenuhi, karena Allah lah yang menyatakan kepada Abraham. Abraham yakin kepada pribadi Allah yang tidak berubah dan tidak ingkar perkataan-Nya. Abraham kenal Allahnya yang tak dapat menyangkali diri-
Nya sendiri.

Iman seperti ini bukan merupakan iman yang buta, melainkan iman yang memiliki keyakinan penuh kepada Allah yang mahakuasa, sangat bijaksana, dan selamanya dapat dipercaya. Realita yang belum diketahui dan tidak dapat diperhitungkan tidak sama dengan keyakinan yang buta. Realitanya mungkin belum terlihat, tapi yang pasti sudah jelas terlihat, yaitu pribadi dan janji Allah yang tidak berubah dan pribadi-Nya yang berdaulat mengatur segala sesuatu sesuai porsi dan waktunya.

Perenungan kita hari ini mengingatkan kita, tidak mengapa jika kita belum tahu apa-apa; tidak mengapa pula kita tidak dapat memperkirakan atau memperhitungkan masa depan. Manusiawi jika kita merasa gentar, takut, ataupun kuatir. Allah mengizinkan pengalaman ini terjadi agar kita dapat menghidupi hidup yang dipimpin Roh (sebagaimana kita adalah manusia rohani, bukan?) yang hikmat dan keinginannya dikendalikan di bawah pimpinan Allah. Perjalanan iman bukan tentang mengetahui apa hasil akhirnya atau tentang sampai di final lap, melainkan tentang hidup selangkah demi selangkah bersama Allah. Di dalam perjalanan iman ini lah Allah mengundang kita menikmati dan mengalami Allah yang mungkin belum kita kenal sebelumnya. Tuhan bersama dengan kita, Amin.

STUDI PRIBADI : Apa definisi iman terhadap Allah yang Anda pahami? Jika Allah membawa Anda pada pengalaman yang serupa dengan Abraham, apakah Anda bersedia? Mengapa?

Berdoalah : Bapa, ajarkan kami memiliki iman yang rela dipimpin oleh Allah. Jika kami merasa tidak sanggup melalui ini, kuatkanlah kami dengan janji-janji-Mu yang pasti dan kehadiran-Mu yang menyertai selalu, Amin.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *