Ikarnasi Kristus Dan Kita

Kamis, 21 Januari 2021

Bacaan hari ini: Ibrani 2:10-18 | Bacaan setahun: Keluaran 1-3, Matius 21



“Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai...” (Ibrani 2:3)

Secara sederhana, ada tiga hal yang dibicarakan penulis Ibrani dalam bagian ini.

Pertama, melalui kematian-Nya sebagai manusia, Kristus telah menguduskan kita (ay. 11-13). Namun, tidak berhenti di sana. Pengudusan itu ternyata membawa dampak yang lebih dalam, yakni kita menjadi satu keluarga, dengan Yesus menjadi saudara sulung kita (ay. 11; bnd. juga Rm. 8:29). Kedua, melalui kematian-Nya sebagai manusia, Kristus telah membebaskan kita (ay. 14-15). Penulis Ibrani juga melihat bahwa kita semua ada dalam perhambaan dosa. Perhambaan ini sendiri dipengaruhi oleh Iblis dan nanti akan berujung pada maut sebagai keadaan akhirnya. Penulis Ibrani mencatat bahwa di tengah keadaan demikian, Kristus telah mengalahkan Iblis. Terlebih, kemenangan Kristus juga membawa dampak bagi kita: kita tidak lagi diperhamba Iblis dan kematian, tetapi dibebaskan dari keduanya untuk menjadi anak-anak Allah. Terakhir, melalui penderitaan-Nya sebagai manusia, Kristus memahami dan menolong kita (ay. 16-18). Penulis Ibrani menuliskan bahwa ternyata manusia (“keturunan Abraham”) memiliki nilai yang spesial di mata Kristus. Ketika melihat manusia tertekan dalam dunia yang rusak ini, Kristus mengambil rupa menjadi manusia sehingga Dia bisa menjadi pengantara manusia bagi Allah dan mendamaikan keduanya. Kristus memahami penderitaan kita sehingga Ia dapat menolong dan menguatkan kita yang dicobai.

Bagian ini memberikan setidaknya dua penghiburan kepada kita. Pertama, Kristus merupakan jaminan bahwa kita telah dibebaskan dari perhambaan dosa untuk menjadi bagian dari keluarga Allah. Kedua, kita tidak akan menghadapi kesulitan kita sendirian. Salah satu hal yang kerap membuat kita frustrasi menghadapi kesulitan hidup adalah pada saat kita merasa menghadapinya seorang diri atau saat tidak satu pun yang memahami apa yang kita alami. Kabar baiknya, penulis Ibrani menegaskan bahwa Kristus paham kesulitan kita. Namun, bukan hanya paham, Ia juga hadir untuk menolong.

STUDI PRIBADI : Gambaran apakah yang diberikan oleh penulis Kitab Ibrani terkait dengan Kristus dan karya-Nya di dalam bagian firman Tuhan ini?

Berdoalah : Mampukan kami ya Tuhan, Allah Pencipta yang mengasihi kami, untuk menjalani kehidupan iman kita dengan berbagai kesulitan hidup yang menyertai kami, Amin.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *