Like Father, Like Son

Jumat, 13 November 2020

Bacaan hari ini: Efesus 5:1-21 | Bacaan setahun: Yeremia 43-45



“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang terkasih.” (Efesus 5:1)

Ada ungkapan mengatakan bahwa perilaku seorang anak adalah cerminan perilaku orang tua. Bagaimana orang tua bersikap, sedikit banyak anak akan mengikutinya. Perilaku orang Kristen harusnya cerminan Kristus, sebab kita adalah anak-anak-Nya yang terkasih. Untuk bisa mencerminkan Kristus dalam hidup, kita perlu tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan. Maka, Paulus memberikan panduan untuk bisa menjadi cerminan Kristus. Paulus menyebut sebagai peniru/imitasi Allah (ay. 1).

Pertama, hidup dalam kasih, sama seperti Kristus telah mengasihi kita. Menjadi imitasi Allah artinya kita harus saling mengasihi, seperti Dia yang penuh kasih. Dia memberikan diri-Nya bagi kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Dia tidak menyayangkan diri-Nya demi anak-anak yang dikasihi-Nya.

Kedua, menghindari perbuatan kegelapan, percabulan, keserakahan, perkataan kosong, dll (ay. 3-5) sebab kita adalah anak terang. Kita tidak boleh hidup diperdaya oleh si jahat yang membuat seakan-akan semua hal boleh orang Kristen lakukan atau seakan-akan hal tersebut tidak menyakiti atau menggusarkan hati Allah. Orang yang tinggal dalam kegelapan tidak akan mendapat bagian dalam warisan Kerajaan Allah, dan murka Tuhan pasti turun atas orang-orang demikian. Meski kita semua pernah ada dalam kegelapan, setelah ditebus oleh Kristus, terang Kristus membuat kita tidak lagi tinggal di dalam kegelapan. Sebagaimana kita tidak boleh melakukan dosa, kita juga tidak boleh mendukung orang yang melakukannya. Orang percaya tidak boleh hidup mengambil bagian dalam dosa, tetapi harus “menelanjangi” atau meng-ekspose dosa. Hal ini bukan berarti kita secara vulgar menyinggung atau menegor perbuatan dosa, butuh hikmat untuk melakukannya. Hidup seorang Kristen harus penuh kehati-hatian, tidak boleh sembarangan.

Ketiga, selalu hidup mengucap syukur dan takut akan Kristus. Kita harus merenungkan kasih dan kebaikan Allah bagi kita, supaya kita bisa menaikkan syukur kepada-Nya dan menggembirakan Tuhan.

STUDI PRIBADI : Jika kita mengaku sebagai anak terang, apakah kita sudah menjadi imitasi Kristus yang baik dalam perilaku kita setiap hari?

Pokok Doa : Berdoalah supaya setiap orang Kristen mau berjuang untuk hidup menjadi serupa Kristus setiap hari. Menghadapi banyak tantangan,kiranya pimpinan Tuhan menyertai sepanjang jalan hidup kita.   

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *