Memberi Pengampunan

Sabtu, 03 Oktober 2020

Bacaan hari ini: 2 Korintus 2:5-11 | Bacaan setahun: Kidung Agung 4-5, Amsal 3



“…sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat.” (2 Korintus 2:7)

Firman Tuhan sangat sering mengingatkan dan mengajarkan kita untuk memberikan pengampunan kepada orang lain yang bersalah kepada kita. Bahkan dalam doa yang Yesus ajarkan terdapat ajaran untuk mengampuni, hal ini menunjukkan bahwa mengampuni adalah hal yang Allah benar-benar minta untuk kita lakukan. Janji maupun komitmen untuk mengampuni mungkin kita seringkali utarakan di hadapan Tuhan, namun berapa kali kita berhasil mengampuni?

Hari ini kita membaca 2 Korintus 2:5-10. Surat ini ditulis oleh Paulus di Makedonia dengan tiga tujuan: (1) mendorong jemaat tetap setia kepada Paulus sebagai bapa rohani mereka; (2) menantang rasul-rasul palsu yang terus menfitnah Paulus; 3) menegor mereka yang percaya kepada rasul- rasul palsu itu. Kondisi Paulus sungguh amat tidak mudah pada waktu itu, dengan banyaknya fitnahan rasul palsu yang meruntuhkan integritasnya.

Apabila kita berada pada posisi Paulus, akan sangat mudah bagi kita untuk marah, maupun mengeluh. Namun, pada 2 Korintus 2:5-10, Paulus mengajak jemaat untuk mengampuni dan menghibur mereka yang telah mendukakan hati Paulus (ay. 7), bahkan mengasihi mereka, “Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia” (ay. 8). Tidak sampai di sana, Paulus memberikan keteladanannya dengan juga rela mengampuni mereka yang menfitnah Paulus: “Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga” (ay. 10a).

Paulus sungguh memiliki hati yang besar. Namun, dia sadar bahwa dia adalah hamba Tuhan yang tidak mampu untuk mengampuni tanpa teladan dan kekuatan dari Kristus, “Sebab jika aku mengampuni, — seandainya ada yang harus kuampuni –, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,” (ay. 10b). Setiap pengampunan datangnya dari Kristus sendiri. Di kala kita sulit untuk mengampuni, berdoalah dan memohonlah kepada Tuhan, sehingga hati yang besar dan lapang itu dianugrahkan kepada kita. Ketika kita mengampuni, kita dapat memulikan Allah serta kehidupan kita tidak dipakai oleh si jahat, Amin.

STUDI PRIBADI : Mengampuni bukan merupakan hal yang mudah, hanya Kristus yang dapat memberikan kasih terbesar untuk kita dapat mengampuni.

Pokok Doa : Berdoalah agar Tuhan senantiasa menguatkan & memampukan kita untuk mengampuni sesama kita, seperti yang telah Paulus teladankan terlebih dahulu. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *