Salah Persepsi

Jumat, 02 Oktober 2020

Bacaan hari ini: 2 Korintus 1:12-2:4 | Bacaan setahun: Kidung Agung 1-3, Amsal 2



“Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini?...” (2 Korintus 1:17a)

Perubahan rencana kedatangan Paulus ke Korintus untuk kedua kali dicatat dalam ayat 15-16 yang kita baca. Perubahan rencana Paulus ini, oleh orang-orang yang tidak menyukainya, justru dipandang sebagai keraguan akan kerasulannya. “Bagaimana mungkin seorang rasul Kristus tidak menepati janji yang telah dibuatnya kepada jemaat Tuhan?”, kira-kira demikianlah tuduhan musuh-musuh Paulus kepadanya karena perubahan rencana untuk datang ke Korintus ini.

Paulus ingin menjelaskan kepada jemaat Korintus bahwa dia tidak sembarangan dalam merubah rencana kedatangannya. Maksud Paulus menunda kedatangannya adalah karena dia menyayangi jemaat Korintus, ia berkata, “…bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu” (ay. 23). Dalam 1 Korintus 7:1, ditulisan bahwa jemaat Korintus meminta nasihat Paulus untuk masalah yang terjadi dalam diri jemaat saat itu. Paulus pun mengirimkan surat sebagai jawaban atas pertanyaan mereka. Namun sesungguhnya mereka tidak menuruti nasihat Paulus. Paulus rindu mereka mengikuti nasihatnya dan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam diri jemaat, tanpa Paulus harus datang dan menegur mereka secara langsung. Paulus mendorong mereka, sekaligus mengingatkan mereka bahwa mereka harus berdiri teguh dalam iman (ay. 24). Sebagai bukti keteguhan iman, mereka harus mau menuruti hidup benar di hadapan Tuhan dengan mengikuti nasihat Paulus tentang hidup perkawinan (1 Kor. 7). Namun maksud Paulus ini telah disalah-mengerti oleh para musuhnya dan ini tersebar di antara jemaat.

Menghadapi semuanya itu, Paulus hanya bisa membawa segalanya kepada Tuhan dan minta Tuhan yang menjadi saksinya (ay. 23), dengan satu keyakinan bahwa Tuhan yang paling mengenal dan mengetahui isi hati Paulus. Saat kita berbuat baik, yang mana dilandasi dengan hati yang tulus di hadapan manusia dan Tuhan, namun disalah-mengerti sesama, marilah meneladani Paulus. Paulus membawa segala hal kepada Tuhan dan tetap menjelaskan salah mengerti itu dengan penuh cinta kasih.

STUDI PRIBADI :
(1) Pernahkah mengalami kondisi seperti yang Paulus hadapi dalam relasi dengan jemaat Korintus?
(2) Apa yang Saudara lakukan sebagai jalan keluarnya?

Pokok Doa : Berdoalah agar jemaat Tuhan diberikan hati yang penuh cinta kasih, tidak menaruk dendam dan penuh pengampunan pada saat disalah-mengerti oleh orang lain.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *