Setia Sampai Akhir

Senin, 02 Maret 2020

Bacaan hari ini: Lukas 9:22-36 | Bacaan setahun: Bilangan 21-22, Lukas 17



“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang melaluinya.” (Matius 7:13)

Pada pasal 9 ini, untuk pertama kalinya Yesus secara jelas memberitahukan tentang kematian-Nya. Yesus memberitahukan sejak awal kepada para murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam dan ahli-ahli Taurat, Ia akan dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Lukas mencatat bahwa sebelum Anak Manusia dipermuliakan, Ia harus menanggung penderitaan dan penolakan dari bangsa Yahudi. Memang pada saat itu, para murid sulit mengerti maksud dan perkataan Yesus ini.

Yesus pun ingin mengajarkan kepada para murid-Nya bahwa ketika mereka menjadi murid Yesus, ada sebuah harga yang harus dibayar. Mereka harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Dia. Sebagai murid Yesus, Ia sangat menekankan bahwa seorang murid perlu memiliki sebuah komitmen total dan ketaatan penuh kepada Dia. Yesus memberikan sebuah contoh nyata tentang gambaran komitmen total dan ketaatan penuh, yakni ketika Ia harus menanggung penderitaan di atas kayu salib. Sebagian penafsir mengatakan bahwa menyangkal diri berarti seseorang tidak lagi mengutamakan kekayaan, status, keluarga, kesenangan diri sebagai hal yang utama di dalam hidup ini.

Lukas juga menyoroti bahwa menjadi pengikut Yesus berarti siap untuk mempertahankan iman sampai pada akhirnya, serta siap menderita dan menghadapi penganiayaan apapun di dalam dunia ini. Yesus menjanjikan kepada setiap pengikut-Nya yang setia, bahwa ada kehidupan kekal bagi mereka yang dengan setia menanggung penderitaan di dalam dunia ini. Mereka yang terus mempertahankan iman meskipun dalam penderitaan, akan menerima kemuliaan yang sesungguhnya dalam Kerajaan Allah kelak.

Selama hidup di dalam dunia ini, ada banyak tantangan, rintangan dan penderitaan ketika kita mengikut Kristus. Namun, jika kita terus bertahan sampai kepada kesudahannya maka kita akan menerima kemuliaan yang sesungguhnya di dalam Kerajaan Allah. Sebagai orang percaya, teruslah miliki komitmen dan ketaatan penuh kepada-Nya.

STUDI PRIBADI :
(1) Pernahkah Anda meninggalkan iman kepada Yesus ketika menghadapi pergumulan dunia?
(2) Apa yang membuat Anda bertahan mengikut Yesus sampai hari ini?

Berdoalah : Ya Tuhan, berapapun harga yang harus kubayar untuk mengikut- Mu, aku rela. Asalkan aku memiliki Engkau maka aku berbahagia. Tolonglah anak-Mu ini untuk selalu hidup setia dalam jalan-Mu, Amin. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *