Jangan Menyesatkan

Minggu, 15 Desember 2019

Bacaan hari ini: Matius 18 Bacaan setahun: Amos 1-3



 

“Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” (Matius 18:6)

Dalam Matius 18:6-9, Tuhan Yesus memberikan teguran keras dan hukuman berat bagi mereka yang menyesatkan orang lain. Kata “menyesatkan” dalam terjemahan NIV ialah causes to sin, maupun bahasa Yunaninya, skandalizw mempunyai arti: menyebabkan (orang lain) jatuh dalam dosa. Secara aktif berarti: dengan mengajarkan ajaran yang salah/ sesat. Secara pasif berarti: dengan tidak mengajarkan ajaran yang benar, membiarkan kesalahan, memberikan teladan hidup yang salah. Dalam Matius 10:42, Tuhan Yesus juga menyebut murid-Nya dengan “yang kecil”, yang dalam bahasa Yunani menggunakan kata yang sama dengan “anak kecil” dalam Matius 18:6 ini. Jadi bisa disimpulkan bahwa maksud Tuhan Yesus adalah berhati-hatilah, janganlah sampai kita menyesatkan orang lain, apakah itu anak-anak, orang yang baru bertobat, orang yang masih lemah imannya atau siapapun juga.

Kemudian Tuhan Yesus mengatakan lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Batu kilangan adalah alat giling rumah tangga di Palestina, terdiri dari dua batu besar yang ditumpuk untuk menggerus biji-bijian. Ada kilangan yang bisa diputar dengan tangan, tapi ada kilangan yang sangat berat sehingga harus ditarik oleh keledai untuk memutarnya. Batu kilangan yang sangat berat inilah yang dimaksud oleh Yesus. Beratnya batu kilangan ini pasti membuat orang tenggelam jika diikatkan di lehernya dan dimasukkan ke dalam laut. Hal ini menggambarkan bahwa siapa saja yang menyesatkan orang lain akan mendapatkan hukuman yang berat.

Selain agar jangan menyesatkan orang lain, Tuhan Yesus juga mengingatkan supaya kita waspada agar kita sendiri tidak tersesat (jatuh dalam dosa). Ayat 8 tidak bisa diartikan secara hurufiah, namun maksud ayat ini adalah, jika ada hal-hal yang bisa membuat kita tersesat (misal: gadget, game, teman, hobby, pekerjaan dll), buang atau tinggalkanlah itu. Lebih baik kita tidak memilikinya di dunia daripada itu akan membuat kita semakin jatuh di dalam dosa dan mendapat penghukuman kekal.

STUDI PRIBADI : Untuk siapa ajaran Tuhan ini ditujukan: guru sekolah minggu/orang tua/ tiap anak Tuhan? Adakah hal-hal yang kita miliki menyesatkan kita? Buang/tinggalkanlah!

Pokok Doa : Berdoalah agar setiap anak Tuhan senantiasa waspada agar hidupnya tidak tersesat ataupun menyesatkan orang lain, tapi justru bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *