Pentingnya Silsilah Yesus Kristus

Selasa, 26 November 2019

Bacaan hari ini: Matius 1 | Bacaan setahun: Yehezkiel 25-27



“Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud. Empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.” (Matius 1:17)

Matius memulai Injilnya dengan silsilah untuk membuktikan bahwa Yesus adalah keturunan Raja Daud dan Abraham, tepat seperti yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Pertanyaannya kenapa Matius memulainya dengan silsilah? Karena sebenarnya hal ini merupakan salah satu cara yang paling menarik dari Matius untuk memulai sebuah kitab bagi para pembacanya yang adalah orang-orang Yahudi, dan Yesus ditunjukkan sebagai keturunan bapa mereka. Bangsa Yahudi dalam adat istiadat mereka, silsilah keluarga sangatlah penting, karena mereka harus tahu apakah mereka benar-benar keturunan Yakub atau tidak.

Matius menulis silsilah Yesus Kristus dengan sangat rinci, dalam ayat 17 dijumpai ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Yesus Kristus.

Semua adalah leluhur Yesus, tetapi mereka sangat bervariasi dalam kepribadian, kerohanian dan pengalaman. Beberapa adalah pahlawan iman, seperti Abraham, Ishak, Rut, dan Daud. Beberapa mempunyai reputasi yang suram, seperti Rahab dan Tamar. Banyak yang adalah orang- orang biasa, seperti Hezron, Ram, Nahason dan Akhim. Beberapa dari mereka juga jahat, seperti Manasye, dan Abia. Karya Allah dalam sejarah tidak dibatasi oleh kegagalan dan dosa manusia, Ia bekerja melalui orang-orang biasa, sama seperti Allah memakai bermacam-macam orang untuk mendatangkan anak-Nya ke dalam dunia ini, Ia memakai segala macam orang pada saat ini untuk melaksanakan kehendak-Nya, dan Allah hendak memakai kita juga.

Melalui silsilah Yesus Kristus, kita belajar beberapa hal; yang pertama: sangat penting menjaga silsilah dari generasi di bawah kita; yang kedua: bisa saja di antara kita ada yang mungkin memiliki silsilah yang kurang baik, memang hal itu tidak bisa dihilangkan, tapi ada hal baik yang bisa dilakukan yaitu mengabaikan apa yang sudah berlalu, dan berusaha hidup sebaik-baiknya, sehingga bisa menjadi teladan untuk generasi selanjutnya.

STUDI PRIBADI :
(1) Apakah silsilah dalam keluarga Anda sangat penting ?
(2) Apakah Anda rindu menjadi teladan dalam generasi selanjutnya, seperti teladan yang Yesus berikan ?

Pokok Doa : Berdoa bagi kehidupan orang percaya, agar mengerti pentingnya silsilah keluarga, dan pentingya menjadi teladan dalam generasi selanjutnya, karena Yesus Kristus telah memberikan teladan itu terlebih dahulu.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *