Keadilan Tuhan

Sabtu, 19 Oktober 2019

Bacaan hari ini: Nahum 1:1-2:13 | Bacaan setahun: Amsal 19, Yesaya 40-41



Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.” (Nahum 1:3)

Kitab Nahum merupakan sebuah kitab nubuat yang singkat, ditulis oleh Nahum. Namanya berarti penghiburan.” Seorang yang berasal dari Elkosh, kemungkinan dekat Rama, daerah Galilea. Nahum menubuatkan kejatuhan Niniwe pada tahun 612 M. Keganasan, kekejaman dan kebiadaban mereka sedemikian besar, sehingga Tuhan menghukum mereka dengan luar biasa. Hal ini menjadi sebuah penghiburan bagi umat Israel karena Tuhan menyatakan kuasa-Nya untuk menegakkan keadilan di dunia, dan pada suatu saat nanti akan mendirikan kerajaan damai-Nya. 

Hal yang dapat dipelajari melalui ayat di atas adalah:

1. Keadilan Tuhan dalam menghukum setiap kesalahan yang diperbuat oleh manusia. Seringkali orang mendengar dan mengajarkan bahwa Tuhan panjang sabar dan selalu pengampuni, namun lupa bahwa Tuhan juga adil. Tuhan tidak akan membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Pengampunan Tuhan tidak berarti meniadakan hukuman. Pengampunan bagi manusia yang telah percaya kepada Kristus berarti bahwa ia berdamai dengan Tuhan sehingga tidak masuk ke dalam penghukuman kekal; namun penghukuman tersebut bisa berbentuk sebuah disiplin atau konsekuensi yang Tuhan ijinkan untuk dialami selama orang tersebut masih hidup. Hal ini menjadi sebuah peringatan bagi setiap orang percaya untuk hidup secara bertanggung jawab.

2. Kepastian akan penghukuman Tuhan. Hal ini adalah penghiburan bagi setiap kita karena sejalan dalam firman Tuhan dalam Roma 12:17, yakni “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Hal ini menjadi kepastian dan jaminan bagi kita bahwa Tuhan pasti akan menghukum kejahatan.

Kiranya Tuhan menolong kita menghargai anugerah penebusan dan pengampunan yang telah kita terima dari Tuhan dengan mengembangkan kehidupan yang memuliakan Tuhan. Selain itu, kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan karena kita tahu bahwa Tuhan adil dan tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.

STUDI PRIBADI : 
(1) Apakah yang hendak disampaikan oleh nabi Nahum melalui bagian ini ?
(2) Bagaimanakah seharusnya kita meresponi perenungan Firman Tuhan ini ?

Berdoalah : Tuhan, ajarkanlah kami untuk tetap berharap dan mengandalkan Tuhan di dalam kehidupan kami saat melihat berbagai ketidak-adilan terjadi atas hidup kami, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *