Penantian Yang Pasti

Jumat, 17 Mei 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 62 | Bacaan setahun: 1 Raja-Raja 17-18, 1 Korintus 4

 

“Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri… sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyuran di bumi.” (62:6-7)

Bagian Firman Tuhan ini diyakini sebagai bagian dari pemulihan bangsa Israel yang dibicarakan oleh sang nabi Yesaya. Tuhan telah berjanji bahwa Ia akan memulihkan Sion. Pemulihan Sion ini bersifat rohani. Dalam konteks pemulihan Sion, hal besar akan terjadi pada Sion. Yesaya 62:2-4 menuliskan: “Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri. Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi ‘yang ditinggalkan suami,’ dan negerimu tidak akan disebut lagi ‘yang sunyi,’ tetapi engkau akan dinamai “yang berkenan kepada-Ku” dan negerimu ‘yang bersuami,’ sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.”

Janji Tuhan ini merupakan janji yang sangat istimewa bagi orang Israel. Namun, dalam menantikan janji yang sangat istimewa ini, ada dua kemungkinan respons dari orang Israel, yaitu: menantikan secara aktif dan menantikan secara pasif. Secara aktif, berarti orang Israel tidak berhenti memohon pemulihan dari Tuhan, melakukan introspeksi diri, dan semakin hidup dekat dengan Tuhan. Sedangkan secara pasif, orang Israel tidak melakukan apa-apa karena berpikir Tuhan pasti menyatakan janji-Nya. Hal pasif bisa membuat hidup mereka menjadi dingin dan semakin jauh dari Tuhan. Sehingga pada ayat 67, dikatakan: “Hai kamu yang mengingatkan Tuhan kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang sampai Ia menegakkan Yerusalem.” Mengingatkan Tuhan bukan berarti Tuhan kita adalah pelupa, namun hal ini mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa dan sangat membutuhkan Tuhan.

Dalam hidup sebagai orang percaya, ada banyak janji Tuhan yang kita pegang dan kita percaya. Namun, kita tidak tahu kapan janji Tuhan itu akan nyata dan bagaimana Tuhan mewujudkan janji itu. Oleh karena itu, sikap kita dalam menantikan janji Tuhan adalah sikap hidup yang berdoa.

STUDI PRIBADI :

(1) Apakah janji Tuhan kepada Sion ?
(2) Apakah yang Sion lakukan untuk menantikan janji Tuhan ?
(3) Bagaimanakah dengan Anda ?

Pokok Doa : Berdoalah bagi diri kita dan jemaat Tuhan agar Tuhan menolong kita untuk menantikan janji-Nya dengan sikap yang benar. Kitapun boleh aktif dalam menantikan penggenapan janji-Nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *