Pohon Tarbantin Kebenaran

Kamis, 16 Mei 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 61 | Bacaan setahun: 1 Raja-Raja 15-16, 1 Korintus 3

 

“Untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung…, supaya orang menyebutkan mereka ‘pohon tarbantin kebenaran,’ ‘tanaman TUHAN’ untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” (Yesaya 61:3)

Pada bagian ini, Yesaya memberitakan kabar baik tentang tahun rahmat TUHAN, dimana kehidupan bangsa Israel akan berubah total. Tuhan akan mengaruniakan bagi mereka: sukacita melimpah ganti dukacita, nyanyian pujian ganti semangat yang pudar. Mereka akan disebut “pohon tarbantin kebenaran”. Apakah makna dari “pohon tarbantin kebenaran”?

Pohon tarbantin merupakan salah satu pohon besar dan berdaun lebat yang tumbuh di padang gurun. Salah satu ciri khas pohon tarbantin adalah kekuatannya. Akar-akarnya dapat menjulur sampai kedalaman 45-65 meter, untuk mencari sumber mata air murni bagi pertumbuhannya. Karena berakar kuat sampai ke dalam, maka pohon tarbantin tetap kuat bertahan di musim kering sekalipun. Ia tidak akan pernah kekeringan karena ia memiliki sumber mata air murni, segar, yang tidak pernah kering. Karena daunnya yang lebat dan rindang, maka pohon tarbantin seringkali menjadi tempat berteduh atau beristirahat. Demikianlah gambaran dari keadaan bangsa Israel setelah dipulihkan. Mereka akan kembali menjadi bangsa yang kuat, diberkati dan menjadi berkat karena mereka kembali kepada kebenaran. Namun tujuan dari pemulihan tersebut adalah untuk menunjukkan keagungan Tuhan, nama Tuhan yang dipuji ditinggikan.

Bagaimana dengan kehidupan kita sebagai orang percaya yang telah Tuhan pulihkan? Adakah kita memiliki kedalaman akar yang kuat untuk mendapatkan makanan rohani bagi pertumbuhan iman kita? Yesus adalah sumber mata air kehidupan. Seberapa dekat hubungan kita dengan Dia? Firman Tuhan adalah makanan rohani kita. Seberapa sering kita membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan dalam hidup kita? Ketika akar kita dalam dan kuat melekat pada Yesus dan firman-Nya, maka kitapun akan kuat dalam menjalani hidup ini, meski ada pergumulan yang menerpa. Hidup kitapun akan menjadi berkat dan meninggikan nama Tuhan.

STUDI PRIBADI :
(1) Mengapa bangsa Israel disebut pohon tarbantin kebenaran ?
(2) Apa yang menjadi tantangan ketika kita hendak berakar kuat di dalam Kristus dan firman-Nya ?

Pokok Doa : Berdoalah agar setiap anak Tuhan berkomitmen untuk semakin berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Dia, sehingga memuliakan nama-Nya dan menjadi berkat bagi sekeliling.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *