Bijaklah Mengekspresikan Sukacitamu

Kamis, 25 April 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 39 | Bacaan setahun: 1 Samuel 27-28, Kisah Para Rasul 26

 

“Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkan-nyalah kepada mereka gedung harta bendanya… Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istannya dan seluruh daerah kekuasaannya.” (Yesaya 39:2)

Sukacita yang dirasakan setiap manusia karena berhasil dalam studi, berhasil dalam pekerjaan, sembuh dari sakit dan masih banyak lagi sukacita lainnya, tentu memiliki respons yang berbeda-beda dalam mengekspresikannya. Ada yang mengekspresikan dengan mengadakan persekutuan di rumah, memberikan persembahan syukur di gereja, bahkan mungkin juga bersaksi kepada orang-orang terdekat.

Raja Hizkia memiliki respons yang berbeda ketika mengekspresikan sukacitanya pada saat mengalami pertolongan Tuhan dan ketika mendapat kunjungan dari raja Babel. Keadaan yang dialami Hizkia karena sakit dan Firman Tuhan katakan bahwa ia akan mati, Hizkia disadarkan untuk berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan berbelas-kasihan, menyembuhkan dan memperpanjang umurnya (Yes. 38:1-22). Ketika Hizkia sembuh dari sakit, berita itu sampai kepada raja Babel, sehingga ia datang mengunjunginya. Sayang sekali, Hizkia tidak bijaksana mengekspresikan sukacitanya, Hizkia salah bertindak, dia malah memperlihatkan semua yang dimiliki dalam perbendaharaannya, bahkan dikatakan tidak ada barang yang tidak diperlihatkannya kepada mereka dan seluruh daerah kekuasaannya (Yes. 39:2). Melihat hal itu, Tuhan kecewa terhadap Hizkia, dan akhirnya melalui Nabi Yesaya, Tuhan menyatakan nubuatan penghakiman, yaitu kerajaan dan keturunannya akan diangkut dan dibuang ke Babel.

Kita mungkin pernah berada pada posisi yang salah ketika mengekspresikan sukacita, seperti kisah dari raja Hizkia. Namun dari apa yang dilakukan Hizkia, kita bisa belajar untuk bertindak dengan benar. Sukacita merupakan sikap kegirangan yang keluar karena mengalami dan melihat tujuan Tuhan yang mulia; tetapi jika salah melihat tujuan itu, akan salah juga mengekspresikan sukacita yang sudah Tuhan berikan pada kita. Segala keadaan dalam hidup bisa membuat kita tidak tahu diri di hadapan Tuhan; karenanya, jangan sampailah kita menjadi bagian dari hal itu. Tuhan kiranya menolong dan memampukan kita untuk hidup seperti yang Tuhan kehendaki.

STUDI PRIBADI :
(1) Menurut Anda, apakah arti sukacita ?
(2) Sudahkah Anda mengekspresikan sukacita karena pertolongan Tuhan ? Apa tujuan Tuhan atas sukacita Anda ?

Pokok Doa : Berdoalah bagi kehidupan orang percaya, sehingga bijaksana menempatkan diri ketika mengekspresikan sukacita yang mereka alami atas pertolongan Tuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *