Melakukan yang Benar Itu Sia-Sia?

Bacaan hari ini: Ayub 3 “Apakah gunanya bagiku? Apakah kelebihanku bila aku berbuat dosa?” (Ayub 35:3)

Ketika kita menghadapi sebuah realita, bahwa sikap benar yang kita lakukan tidak berdampak positif bagi diri kita, justru sebaliknya berdampak negatif, apa respons kita terhadap realitas tersebut? Apakah kita akan berkata: “Sia-sia saja aku mempertahankan kelakuan yang bersih?” atau “Apa untungnya bagiku berbuat benar, jika penderitaan tetap aku alami?”

Inilah nampaknya yang sedang dipergumulkan oleh Ayub tentang dirinya. “Orang benar saja mengalami penderitaan; lalu apa bedanya orang benar dengan orang berdosa?” Ayub merasa dirinya tidak melakukan yang jahat di hadapan TUHAN, tetapi mengapa TUHAN menimpakan yang buruk kepadanya. Penderitaan Ayub menjadi sebuah kontra dalam pemikirannya, mengapa orang benar tidak luput dari penderitaan?

Karena keluh kesah Ayub tersebut, maka Elihu, sahabat Ayub, mencoba menasihatinya dengan teologi retribusinya, bahwa orang yang menderita pasti disebabkan karena kesalahan atau dosanya. Dosa mengakibatkan penderitaan, karena TUHAN menghukum orang berdosa. Bagi Ayub, ia tidak merasa berbuat salah di hadapan TUHAN; bagi Elihu, Ayub terlalu sombong, apalagi mempertanyakan keadilan TUHAN; orang yang bersalah pasti dihukum-Nya. Bagi Elihu, percuma saja Ayub berteriak kepada TUHAN, jika memang dirinya bersalah dan harus menderita.

Pemikiran Ayub maupun Elihu merupakan pemikiran umum yang sering kita anut, bukan? Kita sering bertanya, apa faedahnya melakukan yang benar, jika ternyata melakukan yang benar tidak meluputkan kita dari penderitaan? Seperti Elihu, kita berpendepat bahwa setiap penderitaan pasti karena dosa. Pemikiran ini adalah setengah kebenaran. Mengapa? Sebab tidak selalu orang benar tanpa penderitaan; jika TUHAN mengizinkannya. Demikian pula halnya, tidak selalu penderitaan disebabkan karena dosa pribadi; namun karena TUHAN memiliki maksud tertentu. Itulah sebabnya di akhir dari percakapan Ayub dengan rekan-rekannya, barulah kita memahami semua percakapan ini.

STUDI PRIBADI:

  1. Apakah semua penderitaan terjadi akibat dosa? Apa alasan Anda?
  2. Bagaimana sikap yang tepat bagi orang benar yang menderita?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat yang sedang mengalami penderitaan, agar mereka tidak putus asa melainkan tetap bersukacita & berpengharapan di dalam iman kepada TUHAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *